Janji Perbaiki Coretax dalam Waktu 1 Bulan, Menkeu Purbaya: Nanti Saya Bawa Jago IT dari Luar
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji akan memperbaiki Coretax dalam waktu satu bulan dengan membawa ahli information technology (IT) dari luar. Hal itu disampaikannya sebagai respons dari berbagai kendala pengoperasian sistem yang diimplementasikan sejak 1 Januari 2025, terutama usai Coretax mengalami downtime pada 20 – 21 September 2025.
“Saya akan lihat Coretax seperti apa, keterlambatan di Coretax, akan kita perbaiki secepatnya. Dalam satu bulan harusnya bisa. Nanti saya bawa jago-jago IT dari luar yang bisa memperbaiki itu dengan cepat,” jelas Purbaya dalam Konferensi Pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kinerja dan Fakta (KiTa) di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, dikutip Pajak.com (23/9/25).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa downtime yang terjadi pada 20 – 21 September 2025 merupakan kegiatan terencana untuk pemeliharaan sistem.
“Kita sekarang dalam tahap stabilisasi dan perbaikan bertahap untuk jangka panjang lebih andal dan akhir 2025 bisa smooth kita harapkan,” ungkap Bimo.
Pada pekan lalu, Purbaya menyamar sebagai Wajib Pajak yang bertanya soal kesiapan seluruh layanan administrasi perpajakan di Coretax ke Kring Pajak (1500200)—contact center Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Purbaya merasa dikibulin oleh petugas Kring Pajak tersebut.
“Dirjen pajak sedang pergi ke luar negeri, saya cuma tanya kesiapannya [Coretax] seperti apa di dalam? Jadi, mereka mengibuli saya juga kayaknya. Kalau kata orang pajak, itu (Coretax) bagus, katanya sudah stabil, walaupun kalau kata teman-teman yang bayar [Wajib Pajak], ’itu masih lama bang’. Nanti saya yang cek,” ungkap Purbaya kepada awak media, di Kemenkeu, pada (19/9/25).
Ia memastikan akan melakukan pengecekan secara komprehensif mengenai kesiapan Coretax dalam melayani Wajib Pajak. Purbaya tidak ingin hanya mendapat laporan positif dari pegawainya saja.
“Ya, kalau orang ditanya bos, pasti gitu kan [laporan yang baik-baik saja], namanya ABS [asal bapak senang]. Jadi, di sini begitu, yang ABS-ABS pelan-pelan akan kita ubah menjadi tidak ABS, yang penting problemnya solve,” tegas Purbaya.

