Dorong Daya Saing, Bea Cukai Gencarkan Asistensi ke Pelaku Usaha
Pajak.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC/Bea Cukai) terus menunjukkan peran strategisnya sebagai trade facilitator dan industrial assistance dengan memperkuat dukungan langsung kepada para penerima fasilitas kepabeanan di berbagai daerah.
Melalui pendekatan yang kolaboratif dan edukatif, institusi ini aktif menyelenggarakan pembinaan, evaluasi, hingga peningkatan layanan untuk membangun ekosistem industri yang patuh, produktif, dan kompetitif.
“Melalui pendekatan kolaboratif dan edukatif, berbagai unit kerja Bea Cukai di daerah menyelenggarakan kegiatan pembinaan, evaluasi, dan peningkatan layanan untuk menciptakan ekosistem industri yang patuh, produktif, dan berdaya saing,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo, dikutip Pajak.com pada Selasa (15/7/25).
Salah satu bentuk implementasi nyata terlihat dalam kegiatan “Ngonlen Bareng” yang digelar secara daring oleh Bea Cukai Sidoarjo. Forum ini menghadirkan perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB) untuk memperkuat pemahaman mereka terhadap hak dan kewajiban sebagai pengguna fasilitas kepabeanan.
Diskusi terbuka juga dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan kendala di lapangan dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev). Kegiatan ini mempertegas komitmen Bea Cukai dalam membangun hubungan yang konstruktif dan terbuka dengan pelaku usaha.
Tak berselang lama, Bea Cukai Tanjung Perak menggelar audiensi tatap muka dengan delapan Pusat Logistik Berikat (PLB) di wilayah pengawasan mereka. Pertemuan yang berlangsung di kantor Bea Cukai Tanjung Perak ini membahas evaluasi pengelolaan fasilitas logistik dan penguatan pengawasan operasional.
Pejabat Bea Cukai dan perwakilan PLB berdiskusi mengenai tantangan teknis, serta menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi data guna membangun sistem logistik yang kredibel dan efisien.
Di kesempatan yang sama, Bea Cukai Semarang melalui Kepala Kantor Mochamad Syuhadak melaksanakan kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Dalam kunjungan ini, Bea Cukai menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Administrator KEK guna menjamin kelancaran arus barang dan menciptakan iklim investasi yang sehat.
Peninjauan langsung juga dilakukan ke Pos Hanggar Bea Cukai yang berada di dalam kawasan, sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan garis depan yang profesional dan responsif.
Menurut Budi, rangkaian kegiatan asistensi yang dilakukan Bea Cukai merupakan pengejawantahan dari fungsi strategis institusi dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sebagai trade facilitator dan industrial assistance, Bea Cukai berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha dalam memanfaatkan fasilitas secara optimal dan akuntabel. Kami ingin memastikan bahwa seluruh insentif yang diberikan benar-benar mendorong produktivitas dan daya saing industri, serta sejalan dengan tujuan pembangunan nasional,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang adaptif, inklusif, dan berbasis sinergi, Bea Cukai menargetkan peran fasilitasi industri yang dijalankan dapat menjadi motor penggerak transformasi ekonomi nasional menuju sistem perdagangan dan logistik yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.

