BEI: Jumlah Investor Lampaui 18 Juta di Tengah Gejolak, Cerminkan Stabilitas Pasar Modal Indonesia
Pajak.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa jumlah investor pasar modal Indonesia melampaui 18 juta single investor identification (SID) hingga 31 Agustus 2025. BEI menyebut bahwa capaian ini bukan sekadar angka, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya optimisme dan kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional serta pasar modal Indonesia di tengah berbagai gejolak.
“Terdapat penambahan 3.141.026 SID baru berkat program edukasi yang konsisten dijalankan BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama Self Regulatory Organization (SRO) lainnya,” ungkap Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (8/9/25).
Di tengah gelombang demonstrasi, BEI bersama OJK dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar Konferensi Pers (Konpres) Stabilitas Pasar Modal Indonesia di Main Hall BEI, (1/9/25). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih tetap solid.
Kautsar menekankan, konpres itu menunjukkan komitmen pemerintah bersama otoritas pasar modal untuk selalu menjaga stabilitas pasar agar terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Setelah itu, Iman didampingi oleh Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam pengembangan pasar modal syariah Indonesia.
“Dalam kesempatan tersebut, BEI menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah dalam menciptakan situasi yang kondusif sehingga dapat menjaga stabilitas pasar modal Indonesia. Perhatian yang besar dari pemerintah dan organisasi masyarakat seperti PBNU kepada pasar modal Indonesia diharapkan dapat semakin memperluas inklusi keuangan, mendorong pertumbuhan pasar modal syariah, serta menegaskan peran penting pasar modal dalam pembangunan ekonomi nasional,” jelas Kautsar.
Sebagai informasi, data perdagangan saham di BEI selama periode 1—4 September 2025 ditutup bervariasi. IHSG selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 0,47 persen menjadi ditutup pada level 7.867,348 dari 7.830,493 pada pekan lalu. Kapitalisasi pasar BEI sepekan turut mengalami peningkatan sebesar 0,20 persen menjadi Rp14.211 triliun dari Rp14.182 triliun.
Kendati demikian, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 9,88 persen menjadi 2,08 juta kali transaksi dari 2,31 juta kali transaksi. Penurunan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI, yaitu sebesar 28,43 persen menjadi Rp18,05 triliun dari Rp25,22 triliun. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp305,18 miliar sepanjang tahun 2025.

