Prabowo Sebut Program Makan Bergizi Gratis Dapat Tingkatkan Uang Beredar di Desa Rp 8 Miliar per Tahun
Pajak.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyebutkan bahwa program makan bergizi gratis (BMG) tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga mampu mendorong peredaran uang di desa hingga Rp 8 miliar per tahun.
Prabowo menjelaskan bahwa program makan bergizi gratis merupakan langkah strategis yang berpotensi menyelamatkan masa depan generasi muda Indonesia sekaligus memberdayakan ekonomi pedesaan. “Kita selamatkan anak-anak kita, tapi dengan itu kita akan memberdayakan ekonomi pedesaan, kecamatan, kabupaten, dan provinsi,” ujar Prabowo dalam acara Penyerahan Secara Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) 2025 di Jakarta, dikutip Pajak.com pada Rabu (11/12).
Prabowo merinci bahwa dengan pendistribusian dana desa sebesar Rp 1 miliar per tahun, program ini dapat meningkatkan peredaran uang di desa hingga 800 persen. Setiap desa diproyeksikan dapat menghasilkan peredaran uang hingga Rp 8 miliar per tahun. “Puluhan triliun akan beredar di daerah-daerah,” tambahnya.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah juga menetapkan pendidikan sebagai prioritas utama dengan alokasi belanja mencapai Rp 724,3 triliun. Angka ini menjadi belanja tertinggi untuk fungsi pendidikan dalam sejarah APBN. Selain itu, belanja untuk kesehatan mencapai Rp 218,5 triliun, perlindungan sosial Rp 503,2 triliun, dan ketahanan pangan Rp 144,6 triliun.
Menurut Prabowo, pendidikan dan kesehatan adalah kunci utama untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Ia menyebut bahwa alokasi anggaran ini merupakan jalan keluar yang sesungguhnya untuk mengatasi masalah-masalah mendasar yang dihadapi masyarakat. “Kita yakin melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan inilah jalan keluar sesungguhnya dari kemiskinan,” jelasnya.
Prabowo juga menyoroti bahwa pendekatan perlindungan sosial, bantuan sosial, dan subsidi hanyalah langkah awal menuju kebangkitan ekonomi nasional melalui hilirisasi. Namun, ia menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan memiliki peran akhir yang lebih signifikan dalam membawa rakyat keluar dari kemiskinan.
Dengan program makan bergizi gratis, selain menyelamatkan generasi muda dari ancaman stunting, program ini diharapkan mampu membalikkan arus peredaran uang yang selama ini tersedot ke pusat untuk turun ke desa-desa dan daerah-daerah. “Kita balik uang sekarang akan turun ke desa-desa, ke daerah-daerah,” pungkasnya.

