Pertamina Promosikan Strategi dan Aksi Nyata ESG di Depan Investor
Pajak.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) mempromosikan strategi dan aksi nyata penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di depan investor, dalam acara Pertamina Investor Day 2025 di Jakarta.
Vice President Sustainability Program, Rating & Engagement Pertamina Indira Pratyaksa menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar inisiatif tambahan bagi perseroan, melainkan transformasi struktural yang menyeluruh.
“Fokus utama Pertamina adalah mendorong setiap subholding untuk berkontribusi nyata terhadap target Net Zero Emission (NZE) melalui strategi dan aksi konkret di seluruh aspek ESG,” jelas Indira dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com, (21/7/25).
Hal tersebut mencakup efisiensi energi, pengembangan bisnis rendah karbon, proyek Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), keselamatan operasional, inovasi produk seperti B40 dan SAF, serta tata kelola keberlanjutan yang mendukung ekspansi global dan akses ke green financing.
Indira memerinci aksi nyata penerapan ESG, meliputi Pertamina Hulu Energi (Upstream) yang mampu mengimplementasikan 180 program dekarbonisasi yang menurunkan emisi hingga 1,18 juta ton CO₂e atau melampaui target 2024, serta pengembangan dua proyek CCS/CCUS strategis.
Kemudian, Kilang Pertamina Internasional (Refinery & Petrochemical), telah melakukan efisiensi energi melalui Burner Boiler Upgrade yang berhasil menurunkan emisi sebesar 431 ribu ton CO₂e di 2024. Sedangkan, Pertamina International Shipping (Marine & Logistic) melakukan implementasi eco-ship design, sistem triple-fuel (LPG dan ammonia), serta komitmen pada NZE 2050.
Selanjutnya, Pertamina Gas Negara (PGN) memperluas jaringan gas rumah tangga, SPBG, dan pengembangan biomethane dari limbah organik yang berkontribusi pada penurunan emisi hingga 150 ribu ton CO₂e per tahun.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga (Commercial & Trading) mendorong adopsi produk rendah karbon seperti B40, Pertamax Green 95, dan SAF untuk mengurangi emisi scope 3. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) diharapkan tumbuh signifikan dari 2020–2024, dengan portofolio bisnis mencakup geothermal, solar, baterai, O&M, hingga hidrogen.
PNRE juga menargetkan valuasi 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS) melalui proyek strategis, seperti Gas to Power, layanan karbon, biomassa, green hydrogen, dan PLTS skala besar.
Indira berharap, sustainability dialogue dapat memperkuat sinergi antar-subholding serta membuka peluang kolaborasi dengan investor global dalam mendukung proyek dekarbonisasi dan pengembangan bisnis rendah karbon.
“Dukungan finansial dan teknologi dari mitra global sangat krusial untuk mempercepat tercapainya targetNZE pada 2060, atau bahkan lebih cepat,” ungkap Indira.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan strategis, seperti komisaris dan direksi Pertamina, manajemen subholding, serta mitra seperti Danantara—menjadi sinyal kuat bahwa Pertamina serius dan terbuka untuk menjalin kemitraan dalam transisi energi.
Pada kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan bahwa Pertamina Investor Day 2025 merupakan forum dialog komprehensif antara Pertamina dan para pemangku kepentingan, terutama di bidang bisnis dan investasi.
“Diskusi ini memperkuat pondasi Pertamina dalam mewujudkan visi 2030 sebagai perusahaan energi kelas dunia yang berkelanjutan dengan portofolio terdiversifikasi,” pungkas Fadjar.

