Pendaftaran Annual Report Award (ARA) Dibuka 5 Mei 2025, Ajang Perusahaan Tunjukkan Akuntabilitas
Pajak.com, Jakarta – Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) kembali menggelar Annual Report Award (ARA) 2024 bertajuk ‘Leading with Integrity, Transparency, and Accountability: The Path to a Sustainable Future’. Pendaftaran ajang yang dibuka mulai 5 – 30 Mei 2025 ini dapat menjadi wadah bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen terhadap integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam mencapai keberlanjutan bisnis.
ARA 2024 diselenggarakan oleh KNKG dengan menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Ketua Dewan Pengurus KNKG Mardiasmo mengapresiasi semua pemangku kepentingan yang telah mendukung penyelenggaraan ARA 2024.
“Kami berharap, [perusahaan], terutama yang emiten lebih banyak [mengikuti ARA 2024], baik yang dari BUMN atau yang perusahan-perusahan yang lain. Kami menargetkan minimal 200 perusahaan,” ujar Mardiasmo dalam sambutannya di acara Sosialisasi ARA 2024, di BEI, dikutip Pajak.com, (19/3).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Iman Rachman menilai bahwa acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat praktik pelaporan tahunan untuk mewujudkan integritas, transparansi, dan akuntabilitas guna menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi dunia usaha maupun pasar modal Indonesia.
“Kita menyadari bahwa penyusunan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi juga tecermin dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tata kelola yang baik dalam era keterbukaan informasi serta ekspektasi yang semakin tinggi dari para pemangku kepentingan perusahaan yang mampu mempertahankan prinsip integritas tanpa kompromi,” ungkap Iman.
Dengan prinsip itu, ia optimistis perusahaan akan semakin dipercaya oleh investor, mitra bisnis, dan masyarakat luas. Iman juga menegaskan bahwa BEI berkomitmen untuk terus mendukung perusahaan dalam meningkatkan standardisasi pelaporan yang tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan.
“Kami percaya bahwa laporan tahunan dan laporan keberlanjutan yang berkualitas akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan dan inklusif. Oleh karena itu, BEI mendukung penyelenggaraan ARA 2024, sebab kami memandang ARA bukan hanya sekadar kompetisi tetapi juga menjadi sarana edukasi motivasi dan apresiasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan tata kelola serta transparansi mereka,” ungkap Iman.
Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, penilaian kriteria pemenang ARA 2024 diharapkan dapat menjadi tolak ukur industri dalam penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness. Dengan demikian, ARA 2024 dapat meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat nasional maupun internasional menjadikan ekosistem pasar modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi juga mengapresiasi penyelenggaraan ARA 2024 dan berharap ajang ini mampu menjadi tolok ukur utama dalam menilai transparansi, integritas, dan akuntabilitas dalam pelaporan perusahaan di Indonesia.
“Berdasarkan pengawasan OJK, tingkat kepatuhan emiten dalam pelaporan keberlanjutan telah mencapai 92,16 persen pada tahun 2024 atau meningkat dari 71,12 persen pada tahun 2023. Namun demikian, sebagian besar perusahaan di pasar modal Indonesia masih dalam tahap awal maturitas terkait laporan keberlanjutan,” ungkap Inarno.
Acara juga diisi dengan panel diskusi oleh Ketua Dewan Juri ARA 2024 Lindawati Gani; serta perwakilan dari perusahaan pemenang ARA 2023, yaitu Vera Eve Lim dari PT Bank Central Asia Tbk (juara umum ARA 2023) dan Nunik Maharani dari PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (juara pertama ARA 2023 kategori Go-Publik Non-Keuangan).
Dalam pemaparannya, Lindawati menyampaikan pilar pertama dalam Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUG-KI) yang diterbitkan KNKG pada tahun 2021—sebagai salah satu poin penilaian ARA 2024.
“PUG-KI menggarisbawahi pentingnya kejujuran, penghormatan terhadap semua pihak, pemenuhan komitmen, serta implementasi nilai moral serta kepercayaan. Implementasi nilai-nilai ini akan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan dan memperkuat keberlanjutan perusahaan,” ungkap Lindawati.
Kemudian, aspek pengungkapan akan dinilai tidak hanya dari kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga bagaimana integritas diintegrasikan dalam strategi bisnis perusahaan untuk memberikan dampak positif terhadap reputasi serta keberlanjutan jangka panjang. Dalam menilai integritas, KNKG juga bekerja sama dengan DJP.

