BGN Buka Suara Soal Keterlambatan Gaji Petugas Program Makan Bergizi Gratis
Pajak.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara terkait keluhan sejumlah petugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengenai keterlambatan pembayaran gaji. BGN memastikan bahwa keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh kendala anggaran, melainkan murni persoalan teknis administratif yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan bahwa volume data dan jumlah petugas yang sangat besar menjadi salah satu penyebab perlunya waktu tambahan dalam proses verifikasi dan penyesuaian administrasi. Tercatat, program MBG melibatkan sekitar 30.000 Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPI), serta ratusan petugas Akuntan (AK) dan Ahli Gizi (AG) di berbagai wilayah Indonesia.
“Ini murni masalah teknis administratif. Jumlah petugas yang harus kami verifikasi sangat besar dan beberapa di antaranya membutuhkan penyesuaian status administrasi. Kami memastikan proses ini segera tuntas,” ujar Nanik di Jakarta, dikutip Pajak.com pada Rabu (12/11/25).
Menurutnya, penyesuaian administrasi terutama dilakukan untuk SPPI Batch III yang belum berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta sebagian petugas AG dan AK. Sementara untuk SPPI Batch I dan II yang sudah berstatus PPPK, proses pembayaran gaji tidak mengalami kendala.
BGN juga memastikan bahwa seluruh petugas akan menerima haknya secara penuh. Pembayaran gaji yang sempat tertunda akan dirapel dan diprioritaskan penyelesaiannya pada pekan ini.
lKami sudah mengarahkan seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang terlibat agar bekerja lebih proaktif dan memastikan tidak ada keterlambatan terulang. Seluruh gaji petugas sedang diproses dan akan dirapel sesuai haknya,” tambah Nanik.
Sebagai langkah perbaikan, BGN telah menunjuk kedeputian terkait sebagai leading sector dalam proses penggajian. Selain itu, koordinasi lintas unit teknis, termasuk Kepala Biro Umum dan Keuangan serta Pejabat Penandatangan SPM (PPSPM) terus diperkuat untuk mempercepat penyelesaian administrasi.
“Kami mengawal penuh setiap tahapan. Kami ingin memastikan seluruh petugas [SPPI, AG, dan AK] mendapatkan haknya tepat waktu, tanpa ada isu berulang di kemudian hari,” tegas Nanik.
Sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab, BGN juga telah menggelar pertemuan teknis untuk memfinalisasi langkah korektif serta memastikan proses pembayaran berjalan lancar ke depannya.
Nanik juga menyampaikan apresiasi terhadap seluruh petugas lapangan yang telah bekerja keras menjalankan program MBG di berbagai daerah. “Kami sangat menghargai kerja keras para petugas. Mereka adalah elemen kunci keberhasilan program, dan kami bertanggung jawab memastikan hak-hak mereka terpenuhi,” pungkasnya.

