Pemprov Sumatera Utara Beberkan Strategi Jitu Optimalisasi Penerimaan Pajak
Pajak.com, Medan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) membeberkan sejumlah strategi jitu untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kemandirian fiskal provinsi.
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menjelaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumut dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang efisien, transparan, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
“Langkah diversifikasi PAD melalui optimalisasi pajak dan retribusi daerah akan difokuskan pada pemutakhiran data objek dan subjek pajak melalui digitalisasi pelayanan, serta penyesuaian tarif sesuai kewajaran nilai pasar pada objek retribusi,” ujar Bobby dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Sumut, Medan dikutip Pajak.com pada Rabu (12/11/25).
Menurut Bobby, Pemprov Sumut juga akan menerapkan prinsip cost recovery dan nilai manfaat layanan dalam kebijakan pemungutan pajak, serta mengintegrasikan sistem pajak daerah dengan Bank Sumut, Samsat, dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Upaya ini diiringi dengan peningkatan pengawasan dan kepatuhan Wajib Pajak agar efektivitas pemungutan pajak meningkat dan potensi kebocoran penerimaan dapat ditekan.
Selain memperkuat basis pajak, Pemprov Sumut berencana melakukan ekstensifikasi dan diversifikasi sumber PAD baru melalui inventarisasi dan revaluasi aset daerah. Tujuannya, agar aset pemerintah dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
“Pemanfaatan aset daerah yang ideal akan dilakukan melalui skema kerja sama pemanfaatan, pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif, serta kemitraan dengan pelaku UMKM,” jelasnya.
Guna memperkuat kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemprov Sumut menegaskan bahwa arah kebijakan BUMD harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah. BUMD juga diharapkan mampu memberikan dividen sosial dan politik bagi masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan serta penciptaan lapangan kerja.
Dari sisi belanja, Pemprov Sumut akan menajamkan alokasi anggaran pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur konektivitas, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerataan pembangunan akan difokuskan di kawasan selatan, barat, dan kepulauan, dengan memperkuat infrastruktur dasar, layanan publik, serta dukungan bagi sektor pertanian dan UMKM lokal.
Selain itu, Pemprov Sumut juga akan memperluas investasi padat karya dengan memperkuat hilirisasi dan distribusi hasil panen petani. Pemerintah berencana membangun kemitraan antara BUMD dan koperasi tani dalam sistem off taker untuk menjaga kestabilan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Transformasi digital turut menjadi prioritas utama. Dalam hal tersebut, Pemprov Sumut mendorong pengembangan UMKM agar naik kelas melalui konsep link and match dengan dukungan pelatihan, pendampingan bisnis, dan akses pasar digital yang lebih luas.
Sementara pada sektor pariwisata, Pemprov Sumut memperkuat platform digital promosi wisata dengan menggandeng influencer, travel blogger, dan marketplace pariwisata, sekaligus membangun branding destinasi unggulan. Pengembangan kapasitas SDM di bidang digital marketing dan konten kreatif terus digalakkan, termasuk pelatihan bagi kelompok sadar wisata di tingkat kecamatan dan desa.

