Menu
in ,

Sambut HUT ke-60, IKPI Gelar Turnamen Golf untuk Bangun Jejaring dan Dorong Kepatuhan Pajak

FOTO : IKPI

Sambut HUT ke-60, IKPI Gelar Turnamen Golf untuk Bangun Jejaring dan Dorong Kepatuhan Pajak

Pajak.com, Jakarta – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) akan dimeriahkan dengan Turnamen Golf 2025 di Permata Golf Club Bogor, pada Minggu (3/8/25). Kepada Pajak.com, Ketua Panitia HUT ke-60 IKPI Nuryadin Rahman menuturkan bahwa turnamen ini dirancang sebagai momentum untuk membangun networking (jejaring) dengan pengusaha maupun otoritas demi mendorong kepatuhan pajak.

“Saya harap golf menjadi ajang silaturahmi, komunikasi, dan membangun jejaring dengan para pemangku kepentingan—tidak hanya antaranggota IKPI, melainkan pengusaha dan otoritas pajak,” ungkap Nuryadin, dikutip (1/8/25).

Ia optimistis, konektivitas yang terbangun akan memperkuat trust pengusaha untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak. Selain itu, pemahaman regulasi yang komprehensif juga merupakan kunci dari kepatuhan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan perundang-undangan.

“Dalam acara Turnamen Golf ini akan diselingi waktu satu jam untuk sosialisasi mengenai aturan perpajakan terkini yang disampaikan oleh otoritas [pajak]. Diharapkan para pengusaha juga mendapat pemahaman mengenai pajak. Begitu pula konsultan pajak juga dapat memperkuat kompetensinya,” ungkap Nuryadin.

Di sisi lain, Nuryadin berpandangan bahwa olahraga golf memiliki filosofi kefokusan dan ketenangan yang diharapkan dapat dimanifestasikan dalam menghadapi tantangan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan.

“Dalam golf, kita tidak bisa asal fokus. Kalau pikiran tidak tenang, bola akan kemana-mana,” tandas Nuryadin.

Ia memastikan kesiapan penyelenggaraan Turnamen Golf 2025 ini dan mengapresiasi antusiasme 160 peserta yang telah terdaftar. Peserta itu terdiri dari pengusaha, seluruh anggota IKPI dari berbagai daerah, dan otoritas pajak.

“Persiapan acara sudah dari dua bulan yang lalu. Jadi, hingga hari ini Turnamen Golf sudah sangat siap diselenggarakan. Bahkan, peserta melebihi kuota yang ditargetkan sebanyak 145 orang, per 31 Juli 2025 tercatat sudah 160 peserta. Semoga itu menunjukkan komitmen kita untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh ekosistem perpajakan,”ungkap Nuryadin.

Harapan senada juga diungkapkan Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld. Menurutnya, Turnamen Golf 2025 ini mempertegas komitmen IKPI dalam membangun ketangguhan sistem perpajakan melalui semangat berkolaborasi.

Vaudy meyakini bahwa IKPI memiliki posisi strategis dalam mendorong reformasi sistem perpajakan, memperluas basis pajak, serta menciptakan budaya kepatuhan sukarela yang berkelanjutan. Untuk itu, IKPI perlu membangun jejaring profesi, dan Wajib Pajak di seluruh lintas sektor.

“Menurut kami, golf merupakan olahraga strategi, ketepatan, kesabaran, dan integritas. Ini menjadi nilai-nilai yang juga fondasi dalam profesi konsultan pajak. Kami ingin menjadi mitra strategis pembangunan nasional, bukan hanya mitra strategis Direktorat Jenderal Pajak. Kami ingin menunjukkan bahwa IKPI adalah organisasi modern yang mampu memadukan kompetensi profesional dengan kekuatan jejaring dan etika kolaboratif,” ungkapnya.

Melalui Turnamen Golf ini, IKPI ingin menciptakan ruang dialog informal yang akan meningkatkan kepatuhan perpajakan. Menurut Vaudy, golf merupakan media diplomasi sosial yang sangat efektif untuk membangun trust dan reputasi positif dalam sebuah ekosistem.

“IKPI harus menunjukkan bahwa konsultan pajak Indonesia adalah profesional yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga mampu menjalin komunikasi, membangun relasi, dan bersikap elegan dalam berbagai situasi sosial. Ini sejalan dengan visi IKPI untuk mencetak anggota yang unggul secara kompetensi, karakter, dan reputasi,” ujarnya.

Selain Turnamen Golf, peringatan HUT ke-60 IKPI juga diisi dengan Lomba Cerdas Cermat (LCC), Bersepeda bersama (Gowes), Seminar Nasional (SemNas), Donor Darah, penilaian keaktifan pengurus daerah dan cabang, dan acara puncak. Vaudy menekankan bahwa rangkaian kegiatan itu bukan sekadar seremonial belaka, melainkan menunjukkan eksistensi IKPI di dunia profesional perpajakan di Indonesia.

“Ini juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang organisasi dalam memperjuangkan profesi konsultan pajak yang berintegritas, dinamis, dan profesional. Dengan tema IKPI Untuk Nusa Bangsa, kami percaya kehadiran IKPI bukan hanya untuk anggotanya tetapi kehadiran IKPI harus dirasakan oleh bangsa dan negara Indonesia,” tandasnya.

Spirit dan keyakinan yang seirama juga ditekankan oleh Tax Managing Partner BDO Indonesia (Kantor Konsultan Pajak Kusumanto dan Rekan) Irwan Kusumanto. Ia memastikan komitmen BDO Indonesia untuk berkontribusi di kegiatan besar IKPI.

“Turnamen Golf dalam rangka HUT ke-60 IKPI, memberikan ruang untuk ajang kolaborasi dan networking bagi para pebisnis atau pengusaha, profesional, konsultan pajak, dan perwakilan Direktorat Jenderal Pajak. Sebagai bagian dari IKPI, BDO Indonesia selalu berkomitmen untuk berpartisipasi,” ujar Irwan.

Partisipasi BDO Indonesia yang memiliki layanan jasa perpajakan, audit and assurance, penilai, serta legal and advisory di Turnamen Golf 2025 ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap profesionalisme konsultan pajak secara nasional maupun internasional.

“Ke depan BDO Indonesia berharap dapat lebih dikenal di kalangan pebisnis/pengusaha, profesional, konsultan pajak, dan perwakilan Direktorat Jenderal Pajak,” pungkas Irwan.

Leave a Reply

Exit mobile version