Menu
in ,

Purbaya: Setiap Penurunan PPN 1 Persen Berpotensi Hilangkan Rp70 Triliun Pendapatan Negara

FOTO : IST

Purbaya: Setiap Penurunan PPN 1 Persen Berpotensi Hilangkan Rp70 Triliun Pendapatan Negara

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa setiap penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 1 persen berpotensi mengurangi pendapatan negara hingga Rp70 triliun.

Menurut Purbaya, keputusan untuk mengubah tarif pajak harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan risiko terhadap stabilitas fiskal dan defisit anggaran.

Sebelum menjabat sebagai Menkeu, Purbaya mengaku kerap menilai penurunan tarif PPN ke 8 persen sebagai langkah yang ideal. Namun setelah memimpin Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ia baru menyadari bahwa setiap penurunan 1 persen tarif PPN berpotensi mengurangi penerimaan negara hingga puluhan triliun.

“Waktu di luar juga saya enaknya ngomongnya turunin aja ke 8 persen. Tapi begitu jadi menteri keuangan, setiap 1 persen turun saya kehilangan pendapatan Rp70 triliun. Wah, rugi juga nih,” ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, dikutip Pajak.com pada Rabu (29/10/25).

Ia menegaskan bahwa keputusan fiskal seperti perubahan tarif PPN harus didasarkan pada perhitungan yang matang dan berbasis data. Pemerintah, kata Purbaya, saat ini tengah memperbaiki sistem perpajakan, termasuk pemungutan pajak dan bea cukai, untuk mengetahui secara pasti kapasitas penerimaan negara yang sebenarnya.

“Jadi kita pikir-pikir gini deh, saya hitung dulu sebetulnya kondisi kemampuan kita mengumpulkan tax sama cukai seperti apa sih,” imbuhnya.

Purbaya menuturkan bahwa pemerintah tengah fokus memperbaiki sistem perpajakan dalam dua kuartal ke depan. Ia menargetkan awal kuartal I-2026 sudah dapat melihat gambaran riil potensi penerimaan negara, termasuk menghitung dampak fiskal apabila terjadi penurunan tarif pajak serta efeknya terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengambil langkah kebijakan fiskal secara gegabah. Meskipun dikenal sebagai sosok yang terbuka dan lugas, ia memastikan setiap keputusan akan diambil berdasarkan analisis risiko yang matang.

“Jadi walaupun saya sembarangan kayak koboi, saya hati-hati. Kalau jeblok nanti di atas 3 persen defisit, saya nanti diledekin lagi. Sudah kita hitung. Jadi walaupun saya katanya konyol, enggak konyol-konyol amat, Pak,” pungkasnya.

Leave a Reply

Exit mobile version