Menu
in ,

Kantor Pajak di Jakpus Gaet Jebolan Masterchef Indonesia, Bantu UMKM Kuliner Tingkatkan Kualitas

Foto: Kanwil DJP Jakpus

Kantor Pajak di Jakpus Gaet Jebolan Masterchef Indonesia, Bantu UMKM Kuliner Tingkatkan Kualitas

Pajak.com, Jakarta — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat (Kanwil DJP Jakpus) resmi menutup rangkaian Program Business Development Services Meet The Market (BDS – MTM) 2025. Dalam momentum ini, Kanwil DJP Jakpus beserta 14 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) unit vertikal menggaet koki jebolan ajang Masterchef Indonesia Firhan Ashari untuk membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner meningkatkan kualitasnya.

Kepala Kanwil DJP Jakpus Eddi Wahyudi mengakui bahwa saat ini UMKM masih memiliki beragam tantangan, baik dari segi kualitas hingga penjualan. Kurangnya akses pasar UMKM disebabkan oleh keterbatasan jejaring maupun pemahaman model bisnis.

Oleh sebab itu, Kanwil DJP Jakpus menghadirkan program BDS – MTM sebagai wujud komitmen otoritas untuk membina sekaligus mendorong keberlanjutan usaha UMKM.

“Program BDS ini dirancang sebagai pembinaan jangka panjang. Ketika UMKM bertumbuh, usahanya berkembang, maka kepatuhan pajak akan tumbuh secara alami dan sukarela,” ungkap Eddi dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (16/12/25).

Ia pun meyakini bahwa keberhasilan program BDS – MTM 2025 tidak lepas dari hasil kolaborasi bersama Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakpus; Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jakarta, serta mitra swasta dan komunitas. Sinergitas ini membuat program BDS – MTM 2025 tidak berhenti pada pelatihan, tetapi UMKM memiliki peluang pasar secara riil.

“BDS – MTM 2025 bukan kegiatan seremonial, melainkan investasi kebijakan jangka panjang dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing, berkelanjutan, dan patuh pajak. Ketika kepercayaan terbangun dan usaha berkembang, maka kontribusi UMKM bagi perekonomian dan penerimaan negara akan tumbuh seiring,” ujar Eddi.

Adapun BDS – MTM 2025 yang berlangsung sejak 30 Oktober hingga 12 Desember 2025 ini diikuti 21 UMKM kuliner binaan Jakpreneur Jakpus. Selama program, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari penguatan model bisnis, pemasaran digital, desain kemasan, fotografi produk, literasi pembiayaan, pelatihan barista, edukasi perpajakan, hingga puncaknya diselenggarakan food testing oleh Firhan—sebagai bentuk validasi kualitas produk secara profesional.

Firhan mendorong agar pelaku UMKM kuliner memerhatikan pengamasan produk untuk meningkatkan penjualan.

“Sudah banyak sekarang produk kuliner UMKM yang rasanya enak-enak. Kekurangannya mereka belum terlalu memperhatikan bagaimana cara mengemas produknya dengan baik,” ungkap Firhan.

Salah satu peserta bernama Vonny mengaku bangga produk kulinernya dapat dicicipi oleh koki profesional. Ia pun menilai, program BDS – MTM 2025 telah memberikan pemahamannya dalam mengembangan bisnis.

“Saya senang melihat produk saya dibilang enak, bahkan di-posting di Instagram Story oleh chef Firhan membuat saya kebanjiran orderan. Ini membuat saya lebih percaya diri dalam menjalani usaha ini,” ungkap pemilik Vafara Kuliner ini.

Leave a Reply

Exit mobile version