Indonesia Ajak Investor Tiongkok Kembangkan KEK Bertabur Insentif Pajak
Pajak.com, Tiongkok – Pemerintah Indonesia melalui Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai menyelenggarakan Indonesia Investment Business Forum di Hefei, Anhui, Tiongkok. Dalam kesempatan ini Indonesia mengajak investor Tiongkok mengembangkan KEK yang bertabur insentif fiskal, termasuk pajak. KEK juga sebagai pusat produksi dan gerbang menuju pasar global.
Konsul Jenderal Indonesia di Shanghai Berlianto Situngkir menyampaikan apresiasi atas peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok. Ia menyebut, wilayah kerja KJRI Shanghai menyumbang 41,72 persen dari total investasi Tiongkok ke Indonesia. Nilai investasi tersebut mencapai 3,38 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2024 atau meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penguatan hubungan Indonesia–Tiongkok merupakan fondasi bagi kolaborasi yang lebih mendalam dan terciptanya kesejahteraan bersama,” ujar Berlianto dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (12/2/25).
Pada kesempatan yang sama, Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang menekankan bahwa KEK di Indonesia menjadi salah satu motor penggerak transformasi perekonomian nasional.
“Kawasan Ekonomi Khusus berperan penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi dan menarik lebih banyak investasi asing melalui penguatan industri ekspor dan percepatan pembangunan daerah,” ujar Sekjen Edwin.
Ia pun menegaskan, KEK akan menjadi pilar utama dalam mendukung prioritas pembangunan nasional pada tahun 2025–2029, khususnya melalui peningkatan ekspor, substitusi impor, percepatan industri 4.0, dan pembangunan kawasan timur Indonesia.
Edwin mengakui, perkembangan KEK di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak lepas dari peran investor penting Tiongkok yang menjadi salah satu mitra utama dalam mendorong pertumbuhan industri tambah bernilai. Melalui investasi pada sektor hilirisasi, energi barukan, manufaktur berteknologi tinggi, serta material maju, perusahaan Tiongkok telah memperkuat rantai pasok industri dan mempercepat transformasi ekonomi Indonesia.
Sejumlah perusahaan Tiongkok telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan KEK Indonesia, di antaranya KEK Galang Batang pada industri alumina, fotovoltaik, dan kimia; KEK Kendal pada rantai pasok baterai kendaraan listrik; dan KEK Gresik pada pembangunan pabrik tembaga foil terbesar di Asia Tenggara dan pabrik kaca terbesar di dunia.
“Perusahaan Tiongkok di KEK Galang Batang, Kendal, dan Gresik terbukti mendorong percepatan hilirisasi dan memperkukuh ekosistem manufaktur berteknologi tinggi di Indonesia,” ungkap Edwin.
Menurutnya, kehadiran perusahaan tersebut di berbagai KEK menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap prospek perekonomian Indonesia sekaligus mencerminkan keselarasan visi kedua negara dalam membangun industri yang kompetitif dan berorientasi ekspor. Peran strategis ini menjadikan kolaborasi Indonesia–Tiongkok sebagai salah satu pilar utama dalam pengembangan KEK dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Ia pun mengajak para pelaku usaha Tiongkok untuk memanfaatkan peluang besar yang tersedia di KEK Indonesia.
“Kami mengajak perusahaan-perusahaan dari Anhui dan Hefei untuk menjadi bagian dari ekosistem KEK yang terus berkembang—memanfaatkan kawasan ini tidak hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai gerbang ke pasar global,” ujar Edwin.
Plt. Kepala Administrator KEK Edukasi, Teknologi, Kesehatan, dan Internasional Banten (D-Hub KEK) Bambang Wijanarko menjelaskan bahwa D-Hub KEK merupakan kawasan baru yang dikembangkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 (PP 38/2024). KEK ini berlokasi strategis di BSD City, Kabupaten Tangerang, dengan luas hampir 60 hektare.
“D-Hub KEK dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang menggabungkan empat sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi digital, dan industri kreatif. KEK ini membuka peluang yang sangat luas untuk pusat kesehatan berstandar internasional, inovasi medis, kolaborasi penelitian, serta akselerasi transformasi digital di Indonesia,” ungkap Bambang.
Acara ini turut dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari pejabat pemerintah, asosiasi bisnis, pelaku industri, serta calon investor dari Provinsi Anhui dan berbagai wilayah Tiongkok. Forum ini juga menampilkan pemaparan dari pelaku industri, perbankan, dan investor yang telah beroperasi di Indonesia, serta dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Hefei Economic and Technological Development Area (HETDA) serta Gotion High Tech.
Daftar Insentif Pajak di KEK
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33 Tahun 2021 (PMK 33/2021), ada empat insentif fiskal di KEK, yaitu:
- Pajak Penghasilan (PPh), meliputi fasilitas pengurangan PPh badan (tax holiday) dan fasilitas PPh untuk penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu dan/atau di daerah-daerah tertentu (tax allowance);
- Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tidak dipungut;
- Pembebasan atau penangguhan bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) tidak dipungut; dan
- Pembebasan cukai.

