Menu
in ,

13 Sekolah di Jakarta Barat Serentak Bertutur tentang Kesadaran Pajak 

13 Sekolah Serentak Bertutur tentang Kesadaran Pajak 

FOTO: Kanwil DJP Jakbar

13 Sekolah di Jakarta Barat Serentak Bertutur tentang Kesadaran Pajak 

Pajak.com, Jakarta – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Barat (Kanwil DJP Jakbar) dan unit vertikal Kantor Pelayanan Pajak (KPP) melaksanakan kegiatan Pajak Bertutur 2024 di 13 sekolah, pada (7/8). Kegiatan yang mengkampanyekan program Inklusi Kesadaran Pajak dalam pendidikan sekaligus peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79 ini membuat 13 sekolah tersebut serentak bertutur tentang kesadaran pajak.

Adapun 13 sekolah yang menjadi lokasi kegiatan Pajak Bertutur 2024 tersebut adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 13 Jakarta, SMK Negeri 45 Jakarta, Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 13 Jakarta, SMK Muhammadiyah 3 Jakarta, SMA Negeri 2 Jakarta, SMA Negeri 17 Jakarta, SMA Negeri 112 Jakarta, SMA Negeri 78 Jakarta, SDIT Al-Muttaqin, SMA Negeri 84 Jakarta, SMK Negeri 60 Jakarta, SMP Negeri 206 Jakarta, dan SMA Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan di 13 sekolah tersebut mengusung tema ‘Lampaui Batas, Bersatu untuk Indonesia Emas’ dan tagline ‘Pajak Bertutur 2024: Sehari Mengenal Selamanya Banggap’.

Kepala Sekolah SMAN 78 Jakarta Marjuki Miad menyambut baik kegiatan Pajak Bertutur 2024 yang diselenggarakan oleh Kanwil DJP Jakbar. Ia pun mengajak semua siswa untuk memahami pentingnya pajak bagi kegiatan bernegara.

“Sebagai warga negara, taatlah untuk membayar pajak. Karena pajak itu adalah modal utama untuk pembangunan bangsa kita,” ujar Marjuki dalam sambutannya, dikutip Pajak.com(8/8).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil DJP Jakbar Farid Bachtiar juga mengajak para siswa yang hadir untuk menjadi warga negara yang sadar dan taat pajak apabila telah memiliki penghasilan di masa mendatang.

“Pajak menopang keberlangsungan pendidikan di Indonesia, dengan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara), diharapkan bermanfaat untuk meraih pendidikan yang berkualitas. Anggaran pendidikan itu digunakan untuk membangun infrastruktur pendidikan, seperti sekolah, laboratorium, dan perpustakaan. Selain itu, gaji guru, beasiswa bagi anak yang kurang mampu, dan program pendidikan lainnya juga didanai dari hasil pajak,” jelas Farid.

Ia menambahkan bahwa Pajak Bertutur 2024 menjadi momentum untuk mengkampanyekan program Inklusi Kesadaran Pajak dalam pendidikan sebagai upaya mewujudkan generasi Indonesia yang cerdas dan sadar pajak.

“Semoga saja para siswa ini menjadi generasi sadar pajak, demi Indonesia Maju, Indonesia Emas,” imbuh Farid.

Metode edukasi kesadaran pajak dalam kegiatan Pajak Bertutur 2024 pun dikemas menarik lewat berbagai permainan. Salah satunya, permainan membuat pantun dengan tema pajak.

Salah satu siswa kelas X SMAN 78 Jakarta bernama Zahara Amelia Putri pun membacakan pantunnya, “Di kebun bunga tumbuh Melati, harumnya wangi semerbak mewangi, bayarlah pajak dengan hati, demi negeri makmur dan bersemi.

Leave a Reply

Exit mobile version