Menu
in ,

Realisasi Investasi Capai Rp477,7 Triliun pada Kuartal II-2025, Serap Lebih dari 665 Ribu Tenaga Kerja

Realisasi Investasi Capai Rp477

FOTO: IST

Realisasi Investasi Capai Rp477,7 Triliun pada Kuartal II-2025, Serap Lebih dari 665 Ribu Tenaga Kerja

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada kuartal II-2025 mencapai Rp477,7 triliun, meningkat 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp428,4 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa angka ini setara dengan 25,1 persen dari target investasi nasional tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp1.905,6 triliun.

“Kalau kita lihat kita mulai ini adalah pencapaian pada realisasi investasi triwulan kedua tahun 2025. Kita lihat angkanya itu Rp477,7 triliun,” kata Rosan dalam konferensi pers capaian hasil investasi kuartal II-2025, dikutip Pajak.com pada Rabu (30/7/25).

Dalam paparannya, Rosan menjelaskan bahwa kinerja investasi yang kuat ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi nasional, tetapi juga berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Hingga akhir Juni 2025, total tenaga kerja yang terserap mencapai 665.764 orang.

Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan kontribusi Rp275,5 triliun atau 57,7 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan nilai sebesar Rp202,2 triliun atau 42,3 persen.

Dari sisi sebaran wilayah, investasi mulai bergerak lebih merata. Kontribusi luar Jawa sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa, yakni sebesar 50,3 persen atau senilai Rp240,2 triliun. Sementara kawasan Jawa mencatatkan realisasi sebesar Rp237,5 triliun atau 49,7 persen.

“Di Jawa sekarang kita lihat perbandingannya hampir sama, dan ini alhamdulillah yang kita harapkan memang investasi itu lebih merata ke semua daerah. Sehingga pertumbuhan, ataupun sektor-sektor baru, pertumbuhan ekonomi baru, termasuk penciptaan lapangan pekerjanya itu juga makin menyebar,” jelas Rosan.

Berdasarkan lokasi, lima provinsi dengan realisasi investasi tertinggi pada kuartal II-2025 berasal dari kombinasi PMDN dan PMA. Jawa Barat menduduki posisi teratas dengan nilai investasi mencapai Rp72,5 triliun atau setara 15,2 persen dari total nasional.

Disusul oleh DKI Jakarta yang mencatatkan investasi sebesar Rp71,1 triliun atau 14,9 persen. Jawa Timur menempati urutan ketiga dengan realisasi Rp38,6 triliun atau 8,1 persen, kemudian Sulawesi Tengah sebesar Rp31,6 triliun atau 6,6 persen, dan Banten sebesar Rp29,7 triliun atau 6,2 persen.

Jika dilihat dari sisi PMA saja, Sulawesi Tengah dan Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar, masing-masing dengan investasi senilai 1,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Disusul oleh DKI Jakarta 1,4 miliar dolar AS, Maluku Utara 1,1 miliar dolar AS, dan Jawa Tengah 0,7 miliar dolar AS.

Sementara itu, pada kategori PMDN, DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan realisasi Rp48,2 triliun (17,5 persen), diikuti oleh Jawa Barat Rp43,7 triliun (15,9 persen), Jawa Timur Rp28,9 triliun (10,5 persen), Banten Rp20,1 triliun (7,3 persen), dan Kalimantan Timur Rp19,8 triliun (7,2 persen).

Leave a Reply

Exit mobile version