Menu
in ,

PT LBM Energi Baru Indonesia Resmi Beroperasi di KEK Kendal

PT LBM Energi Baru Indonesia Resmi Beroperasi KEK Kendal

FOTO: KEK Kendal

PT LBM Energi Baru Indonesia Resmi Beroperasi di KEK Kendal 

Pajak.com, Kendal – PT LBM Energi Baru Indonesia secara resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, (8/10). Pabrik ini merupakan hasil kerja sama dari PT LBM Energi Baru Indonesia dengan Indonesia Investment Authority dan BRV Capital Management asal Korea Selatan (Korsel). Meningkatnya kebutuhan akan komponen terpenting dalam ekosistem mobil listrik, yaitu Lithium Ferro-Phosphate (LFP), menjadi faktor pendorong dibangunnya pabrik material katoda litium milik LBM ini.

Peresmian ini mengawali beroperasinya pabrik fase pertama dari PT LBM Energi Baru Indonesia. Total investasi yang digelontorkan oleh LBM mencapai 350 juta dollar Amerika Serikat (AS) yang terbagi ke dalam fase-1 sebesar 100 juta dollar AS dan fase-2 sebesar 250 juta dollar AS. Total produksi LBM di fase-1 akan mencapai 30.000 ton, sedangkan fase-2 ditargetkan akan mencapai 90.000 ton per tahun. Dengan demikian, LBM ditargetkan akan menjadi produsen katoda LFP terbesar ke-2 di dunia setelah Cina dengan total kapasitas produksi mencapai 120.000 ton per tahun.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, hilirisasi saat ini bukan hanya kata-kata, namun strategi besar untuk mempercepat kemajuan Indonesia terutama di sektor yang akan mendominasi masa depan, seperti ekosistem kendaraan listrik dan electric vehicle (EV).

“Dengan berdirinya pabrik ini diharapkan dapat berperan penting dalam memenuhi permintaan global terhadap baterai LFP, yang didorong oleh semakin meningkatnya penetrasi kendaraan listrik (EV) di seluruh dunia,” jelas Luhut.

Pada kesempatan yang sama, CEO dan Presiden Direktur LBM Shi Jun Feng mengungkapkan, LBM dapat mensuplai produk ke berbagai produsen baterai litium terkemuka dunia, seperti LGES, CATL, Sunwoda Electronic, Rept Battero, dan Jiddan New Energy Technology. Perusahaan juga mendapat kepercayaan dari produsen mobil, seperti Geely, GAC, Wuling, dan Li Auto.

“Ekspor yang ditujukan ke berbagai negara, seperti Amerika, Eropa, Jepang, dan Korea ditargetkan pendapatan PT LBM Energi Baru Indonesia dapat mencapai 1,2 miliar dollar AS per tahunnya. Selain untuk mengatasi kebutuhan akan LFP, hadirnya pabrik ini juga diharapkan akan meningkatkan devisa negara Indonesia, menciptakan 2,130 lapangan pekerjaan dengan 90 persen tenaga lokal terserap, serta mendukung peran Indonesia dalam value chain baterai LFP Global, dan menjadi pemain global dalam ekosistem kendaraan listrik” ungkap Shi Jun Feng.

LBM memiliki visi untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan mendorong solusi energi bersih di Indonesia. Adapun dari sisi lainnya, Indonesia juga berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang sehat yang memberikan keuntungan serta kenyamanan bagi para investor.

Head of Sales Marketing KEK Kendal Juliani Kusumaningrum memastikan, PT LBM Energi Baru Indonesia akan menerima beberapa insentif dari investasi yang ditanamkan.

“Dengan tercatatnya PT LBM Energi Baru Indonesia sebagai pelaku usaha di KEK Kendal, maka ada beberapa fasilitas perpajakan, seperti pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) badan berupa tax holiday atau tax allowance, pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), bea masuk, dan pajak impor yang dapat LBM nikmati,” ungkap Juliani.

Selain itu, ada fasilitas fully funded berupa perekrutan tenaga kerja, yaitu Link & Match program yang dapat digunakan oleh LBM untuk mendapatkan tenaga kerja terlatih yang sesuai dengan kebutuhan.

Leave a Reply

Exit mobile version