Menu
in ,

Bos BEI Sebut Sejak Purbaya Jadi Menkeu, IHSG Cetak Rekor Tertinggi 6 Kali

Foto: Kemenkeu

Bos BEI Sebut Sejak Purbaya Jadi Menkeu, IHSG Cetak Rekor Tertinggi 6 Kali

Pajak.com, Jakarta – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyebut bahwa sejak Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Menteri Keuangan (Menkeu), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mencetak all time high (ATH) atau rekor tertinggi sebanyak 6 kali. Menurutnya, hal ini sebagai sinyal optimisme pasar terhadap kebijakan pemerintah.

Iman mencatat, rekor tertinggi IHSG terjadi selama periode Oktober 2025 yang mencapai level 8.274. Penguatan IHSG juga terlihat hingga awal November 2025 dengan kenaikan 16,7 persen secara year to date (YtD), meskipun arus keluar modal asing senilai Rp41,8 triliun.

“Waktu Pak Purbaya diangkat menjadi Menkeu, dan ternyata ketika Pak Purbaya diangkat, kita enam kali ATH. Sementara dari Januari sampai September [2025] hanya satu kali ATH. Ini menarik,” ungkap Iman dalam acara Economic Outlook, di Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip Pajak.com (6/11/25).

Ia meyakinkan, kondisi ini menunjukkan bahwa pasar cenderung menyukai kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan. Iman mengingatkan, respons positif pasar akan memperkuat stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

“Ada fenomena orang suka yang pro-growth dibandingkan mungkin sebelumnya. Persepsi pasar adalah positif terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini yang pro-growth,” ujar Iman.

Pada kesempatan sebelumnya, Purbaya percaya diri (pede) kebijakan fiskal dan moneter yang tengah berjalan akan membuat IHSG melesat (to the moon). Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam acara Dialog Pelaku Pasar Modal Bersama Menteri Keuangan, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (9/10/25).

“Saya pikir dengan diskusi tadi, mereka [pelaku pasar modal] akan lebih yakin bahwa perbaikannya sifatnya struktural dan akan berkesinambungan terus ke depan. Saya pikir IHSG akan cenderung naik terus, mungkin 10 tahun lagi seperti yang saya bilang tadi (sentuh level 36.000). Jadi, in short, IHSG to the moon,” ungkap Purbaya di BEI, dikutip Pajak.com (10/10/25).

Menurutnya, salah satu pendorong pertumbuhan pasar modal berasal dari kebijakan terbaru pemerintah terkait pengalihan likuiditas dari Bank Indonesia (BI) ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp200 triliun. Ia pede kebijakan tersebut akan memperkuat struktur ekonomi nasional.

Purbaya juga meyakinkan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mengembangkan pasar modal Indonesia melalui formulasi kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, pertumbuhan pasar modal akan berjalan seiring dengan peningkatan perekonomian nasional.

 

Leave a Reply

Exit mobile version