PT Bukit Asam Bukukan Laba Bersih Rp1,4 Triliun hingga September 2025
Pajak.com, Jakarta – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun hingga akhir September 2025, di tengah tekanan harga batu bara global yang terus menurun sepanjang tahun.
Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menjelaskan, strategi efisiensi dan diversifikasi pasar menjadi kunci dalam menghadapi penurunan harga batu bara.
“Di tengah tekanan harga batu bara global yang masih menurun sepanjang 2025, PT Bukit Asam Tbk berhasil mempertahankan kinerja operasional yang solid serta menjaga profitabilitas melalui peningkatan efisiensi biaya dan optimalisasi portofolio pasar domestik. Hal ini tecermin dari pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang tetap positif, serta realisasi capex [capital expenditure] yang mendukung keberlanjutan operasi dan proyek logistik strategis,” ujar Arsal dalam keterbukaan informasi, dikutip Pajak.com pada Jumat (31/10/25).
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp31,3 triliun atau naik 2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/yoy). Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan volume penjualan sebesar 8 persen dan produksi yang tumbuh 9 persen secara tahunan.
Meski demikian, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) mengalami penurunan 6 persen akibat turunnya harga batu bara global. Indeks Newcastle Coal Index (NCI) turun hingga 22 persen, sedangkan Indonesian Coal Index (ICI-3) turun 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sepanjang Januari–September 2025, PTBA mencatat Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp3,6 triliun dengan EBITDA margin sebesar 11 persen. Adapun volume produksi mencapai 50,05 juta ton, volume penjualan 50,09 juta ton, dan volume angkutan batu bara sebesar 43,25 juta ton.
Untuk belanja modal atau capex, PTBA telah merealisasikan Rp3 triliun atau sekitar 41 persen dari target tahunan sebesar Rp7,2 triliun. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung proyek logistik strategis dan operasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pasar, penjualan domestik mendominasi dengan porsi 56 persen dari total penjualan, sementara 44 persen sisanya berasal dari ekspor. Lima negara tujuan ekspor terbesar PTBA adalah Bangladesh, India, Filipina, Vietnam, dan Korea Selatan.
Dari sisi neraca keuangan, total aset perusahaan pada akhir September 2025 tercatat sebesar Rp42,8 triliun, naik 3 persen dari posisi akhir 2024 yang senilai Rp41,8 triliun. Sementara itu, saldo kas dan setara kas menurun tipis 3 persen menjadi Rp4 triliun.
Pada saat yang sama, total liabilitas meningkat dari Rp19,1 triliun di akhir 2024 menjadi Rp22,1 triliun. Sedangkan ekuitas menurun dari Rp22,6 triliun menjadi Rp20,8 triliun. Dengan demikian, total liabilitas dan ekuitas tercatat sebesar Rp42,8 triliun, naik 3 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

