Pertama di Indonesia! Pupuk Indonesia Bangun Pabrik NPK Nitrat, Dorong Hilirisasi Pangan Nasional
Pajak.com, Cikampek – PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui dua anak usahanya, PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) dan PT Rekayasa Industri (Rekind), resmi membangun pabrik NPK nitrat di kawasan industri Kujang Cikampek (Jawa Barat). Pabrik pertama di Indonesia ini dibangun untuk mendorong hilirisasi pangan nasional.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan bahwa proyek ini sekaligus memperkuat fondasi pasokan pupuk nasional agar lebih mandiri, efisien, dan berdaya saing.
Saat beroperasi penuh pada kuartal III-2027, perseroan memproyeksi kapasitas produksi pabrik akan mencapai 100.000 metrik ton per tahun atau mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan pupuk NPK nitrat yang selama ini masih bergantung pada impor.
“Kehadiran pabrik ini nantinya berpotensi menghemat devisa negara melalui substitusi impor setara Rp700 miliar – Rp1 triliun per tahun,” ungkap Rahmad dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (30/12/25).
Ia optimistis, pembangunan pabrik NPK nitrat mampu memperkuat rantai pasok sekaligus mendorong hilirisasi pupuk dan pangan nasional. Pasalnya, pabrik ini akan memberikan nilai tambah pada produk amonium nitrat yang diproduksi di dalam negeri oleh anak usaha Pupuk Kujang, yaitu PT Multi Nitrotama Kimia.
“Melalui integrasi itu, pabrik NPK nitrat berpotensi menyerap amonium nitrat hingga 25.000 ton per tahun, sehingga memperkuat kemandirian pasokan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing industri pupuk nasional,” jelas Rahmad.
Ia memastikan bahwa proyek ini merupakan satu dari tujuh pabrik yang dibangun sebagai komitmen Pupuk Indonesia kepada pemerintah, seiring perubahan aturan mengenai skema pembiayaan subsidi pupuk melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 (Perpres 113/2025).
Direktur Utama Pupuk Kujang Budi Santoso Syarif pun menambahkan bahwa kehadiran pabrik NPK nitrat sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong produktivitas pertanian, ketahanan pangan, serta praktik pertanian berkelanjutan.
“Teknologi yang ditanamkan dalam pabrik NPK nitrat Pupuk Kujang adalah teknologi paling modern di industri pupuk serta telah mendapat sertifikat dari Espindesa [perusahaan pemberi lisensi terkemuka dari Spanyol],” ungkap Budi.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian sekaligus Komisaris Utama Pupuk Indonesia Sudaryono mengakui bahwa pembangunan pabrik NPK nitrat sejalan dengan visi dari Perpres 113/2025 dalam meningkatkan efisiensi industri pupuk secara berkelanjutan.
Managing Director Business II PT Danantara Asset Management (Persero) Setyanto Hantoro mengungkapkan, sejatinya ide pembangunan pabrik NPK nitrat sudah direncanakan sejak dua tahun lalu melalui feasibility study, kajian pasar, hingga perencanaan yang matang.
“Pabrik baru, kemudian kapasitas baru, efisiensi lebih bagus dibandingkan pabrik lama, sehingga kita harapkan selain produktivitasnya meningkat, namun juga dari sisi ongkos produksinya bisa kita tekan, sehingga selain produksi yang naik harganya juga bisa sangat kompetitif dan tentu saja ini sangat memberikan keuntungan yang besar bagi rakyat Indonesia khususnya petani di seluruh Indonesia,” ujar Setyanto.

