Menu
in ,

Menko Airlangga Tepis Tudingan Manipulasi Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2025

FOTO : IST

Menko Airlangga Tepis Tudingan Manipulasi Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2025

Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menepis tegas tudingan sejumlah pihak yang meragukan keabsahan data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025. Adapun, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5,12 persen secara tahunan (year on year/yoy), angka yang mengejutkan banyak kalangan di tengah sorotan melemahnya daya beli.

“Mana ada [permainan data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025],” ujar Airlangga kepada awak media, dikutip Pajak.com pada Kamis (7/8/25).

Airlangga menegaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang tumbuh lebih tinggi dibanding kuartal I-2025 yang sebesar 4,87 persen tersebut mencerminkan realitas di lapangan. Ia menyebut, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh positif di level 4,97 persen dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu sebesar 54 persen.

Di sisi lain, kata Airlangga, investasi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid sebesar 6,99 persen. Kinerja ini turut menopang laju perekonomian nasional, bersama dengan geliat sektor perdagangan ritel dan transaksi digital yang terus meningkat.

Airlangga menyebut, transaksi menggunakan uang elektronik tumbuh 6,26 persen, sedangkan aktivitas di marketplace meningkat 7,5 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qtq). Pertumbuhan ini menunjukkan perubahan perilaku konsumen ke arah belanja daring yang lebih masif.

Tak hanya itu, kebijakan pemerintah dengan menggelontorkan stimulus ekonomi untuk mendorong mobilitas dan pariwisata domestik juga berdampak signifikan. Ia mencatat, perjalanan wisata nusantara meningkat 22,3 persen, sementara kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh 23,32 persen.

Menurutnya, semua indikator ini menegaskan bahwa pemulihan ekonomi berjalan sesuai jalur. Salah satu buktinya adalah penciptaan lapangan kerja. Dalam rentang waktu Februari 2024 hingga Februari 2025, jumlah pekerjaan yang tercipta hampir mencapai 3,6 juta.

“Kemudian year on year jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta, dari Februari [2024] ke Februari [2025] itu ada sejumlah menekati 3,6 juta,” jelasnya.

Saat ditanya apakah daya beli masyarakat sudah pulih, Airlangga merujuk pada kinerja perusahaan publik di sektor ritel. Ia menyatakan bahwa sebagian besar perusahaan besar, baik di pasar modern maupun di pusat perbelanjaan, mencatatkan kinerja membaik sepanjang semester pertama tahun ini.

“Kita lihat aja perusahaan publik yang di sektor retail. Itu yang satu semester. Apakah itu, saya enggak sebut. Tapi kan ada yang di sektor pasar modern. Ada sektor retail di mall. Itu dari tiga aja itu semua satu semesternya membaik,” jelasnya.

Airlangga menyebut bahwa data dari tiga perusahaan tersebut bisa menjadi salah satu indikator kondisi daya beli secara umum. Ia juga menunjuk indeks keyakinan konsumen dan kenaikan transaksi digital sebagai bukti lain bahwa konsumsi masyarakat bergerak ke arah yang lebih positif.

“Itu salah satu yang merepresentasikan. Kan ada dari indeks keyakinan konsumen. Kemudian kenaikan dari transaksi. Transaksi digitalnya kan naik. Kalau tidak dipakai kan tidak naik,” katanya.

Leave a Reply

Exit mobile version