Menu
in ,

Aksesi OECD Jadi Langkah Strategis Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi

Aksesi OECD Jadi Langkah Strategis Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi

Pajak.com, Jakarta – Aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat daya saing sekaligus ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Ketidakpastian global yang semakin meningkat akibat dinamika geopolitik, gangguan rantai pasok energi dan pangan, serta percepatan transformasi digital, mendorong pemerintah untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang adaptif. Dalam kondisi ini, aksesi OECD dipandang sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pemerintah menilai penguatan ketahanan energi menjadi salah satu prioritas utama dalam menghadapi tekanan global. Upaya ini dilakukan melalui diversifikasi sumber pasokan energi dan pengurangan ketergantungan pada kawasan tertentu. Indonesia juga memperluas kerja sama energi dengan berbagai negara seperti Nigeria dan Gabon untuk memastikan keamanan pasokan energi nasional tetap terjaga.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memastikan ketahanan nasional melalui kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Upaya diversifikasi energi, penguatan kapasitas domestik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara National Seminar on Indonesia OECD Accession & Private Sector Implications, dikutip Pajak.com pada Rabu (22/4/2026).

Selain sektor energi, pemerintah juga memperkuat ketahanan pangan dan pupuk dengan mengendalikan harga gas untuk produksi pupuk serta meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri. Indonesia bahkan mencatat surplus produksi pupuk tertentu dan mulai memenuhi kebutuhan ekspor, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong peningkatan konsumsi domestik sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi. Langkah ini diiringi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan serta kolaborasi global, termasuk pengembangan sektor ekonomi berbasis teknologi seperti ekosistem semikonduktor dan transformasi digital.

Aksesi OECD menjadi salah satu strategi utama untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju. Dengan mengadopsi standar OECD, pemerintah berharap kualitas kebijakan dan regulasi nasional dapat semakin selaras dengan praktik terbaik internasional, sehingga meningkatkan kredibilitas global dan kepercayaan investor.

“Aksesi OECD merupakan upaya strategis untuk memperkuat kelembagaan dan mewujudkan kemakmuran yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam mempercepat reformasi di sektor ekonomi, pemerintahan, dan sosial, serta meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Airlangga.

Saat ini, proses aksesi Indonesia ke OECD telah memasuki tahap peninjauan teknis setelah penyerahan memorandum awal. Tahap ini membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta penyusunan respons berbasis bukti untuk memastikan keselarasan dengan standar OECD.

Pemerintah juga melibatkan sektor swasta dalam proses aksesi ini, termasuk melalui kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Keterlibatan dunia usaha dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan bersifat implementatif dan mampu mendorong reformasi yang inklusif.

Selain itu, pemerintah turut mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Britania Raya dalam proses aksesi melalui program Growth Gateway, yang membantu penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sektor publik.

Melalui aksesi OECD, pemerintah optimistis dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan daya saing global, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika global yang terus berubah.

Leave a Reply

Exit mobile version