Menu
in ,

Laba Bank Jatim Tembus Rp703 Miliar, Jadi Mesin Uang Terbesar di Antara BPD?

FOTO : IST

Laba Bank Jatim Tembus Rp703 Miliar, Jadi Mesin Uang Terbesar di Antara BPD?

Pajak.com, Surabaya  PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menutup semester pertama 2025 dengan kinerja solid. Secara konsolidasi, aset perseroan mencapai Rp118,15 triliun atau tumbuh 16,71 persen secara tahunan (year on year/yoy). Laba bersih konsolidasi tercatat Rp811 miliar, naik 30,64 persen yoy.

Sementara itu, dari sisi kinerja individu, Bank Jatim mencatat total aset Rp101,75 triliun atau naik 0,51 persen yoy. Laba bersih individu mencapai Rp703 miliar, meningkat 13,26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan Bank Jatim Arif Suhirman mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut juga ditopang oleh penyaluran kredit yang terus menguat. Hingga akhir Juni 2025, kredit individu Bank Jatim tumbuh 15,91 persen yoy.

Komposisinya terdiri dari portofolio kredit konsumtif sebesar Rp35,79 triliun atau naik 12,75 persen yoy, dan portofolio kredit produktif sebesar Rp31,51 triliun atau melonjak 19,71 persen yoy.

“Segmentasi account officer dan optimalisasi workforce di unit kerja serta monitoring secara berkala berimplikasi maksimal pada penyaluran kredit, baik di sektor konsumtif maupun produktif,” jelas Arif dalam paparan public expose Bank Jatim yang digelar secara daring, dikutip Pajak.com, Jumat (12/9/2025).

Selain kinerja keuangan, Bank Jatim juga menegaskan komitmennya dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham. Emiten perbankan milik pemerintah daerah itu konsisten mempertahankan dividend payout ratio sebesar 50 persen dari laba bersih.

“Secara faktual dan secara tren kami terus membagikan dividen secara berkesinambungan. Perseroan memiliki kebijakan untuk rasio pembagian dividen di level 50 persen dari laba bersih setiap tahunnya,” ucapnya.

Sebagai gambaran, pada tahun buku 2024 Bank Jatim membagikan dividen sebesar Rp821,5 miliar, atau 64 persen dari laba bersih Rp1,28 triliun. Dengan keputusan RUPST 22 Mei 2025, setiap pemegang satu saham berhak atas dividen Rp54,71 per lembar.

Tiga Strategi Utama Hingga Tutup Tahun

Arief menjelaskan, kinerja yang solid tidak hanya ditopang bisnis inti, tetapi juga berkat strategi perusahaan dalam menjaga kualitas aset, memperluas layanan digital, dan meningkatkan skala bisnis melalui aksi korporasi. “Untuk itu, di sisa enam bulan tahun ini, kami berfokus pada tiga strategi utama,” katanya.

Pertama, menjaga kualitas aset dan liabilitas. Arief menekankan, pertumbuhan bisnis Bank Jatim harus didukung aset yang sehat serta dana berkelanjutan. Penyaluran kredit dilakukan selektif dengan risiko terukur dan prospek yang jelas, sekaligus didorong dengan peningkatan dana pihak ketiga.

“Penyaluran kredit disalurkan secara prudent dan selektif, memiliki profil risiko yang terukur dan prospek yang baik, serta peningkatan dana pihak ketiga yang berkelanjutan,” paparnya.

Kedua, memperdalam ekosistem digital. Ia menjelaskan, Bank Jatim terus mengintegrasikan lini bisnis, mulai dari keuangan pemerintah daerah, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum ke layanan digital yang lebih mudah, cepat, dan aman. Menurutnya, aplikasi JConnect telah mencatat kenaikan signifikan baik dari sisi jumlah pengguna maupun volume transaksi.

Ketiga, meningkatkan skala bisnis. Arief menyebut, selain pertumbuhan organik, Bank Jatim juga mempercepat ekspansi melalui aksi korporasi. Sejak akhir 2024, Bank Jatim melakukan penyertaan modal ke sejumlah BPD lewat skema Kelompok Usaha Bank (KUB) dan menerbitkan obligasi berkelanjutan.

Arief optimistis, ketiga strategi tersebut akan memperkuat posisi Bank Jatim sebagai BPD dengan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mencapai visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia.

Bank Jatim juga memperkuat jaringan lewat 14.008 Agen Jatim yang tidak hanya melayani transaksi perbankan, tetapi juga ikut mendorong penyaluran kredit melalui skema referral. “Tidak hanya memperbesar jumlah nasabah, Bank Jatim juga akan meningkatkan transaksi lewat berbagai promo produk dan layanan,” sambungnya.

Selain kinerja keuangan, Bank Jatim menegaskan komitmennya pada pembiayaan berkelanjutan. Pada 2024, Bank Jatim telah menyalurkan kredit ramah lingkungan sebesar Rp5,65 triliun. Dana Corporate Social Responsibility (CSR) juga digelontorkan ke sektor pendidikan, kesehatan, budaya, hingga pelestarian lingkungan.

“Kami memiliki komitmen untuk turut serta menjaga lingkungan hidup melalui berbagai kegiatan pelestarian yang nilainya terus meningkat setiap tahun,” tutup Arif.

Leave a Reply

Exit mobile version