Menu
in ,

Bos BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tumbuh hingga 5,4 Persen pada 2025

FOTO : IST

Bos BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tumbuh hingga 5,4 Persen pada 2025

Pajak.com, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 dapat mencapai hingga 5,4 persen. Optimisme ini lahir dari sinergi kuat antara kebijakan moneter BI dan stimulus fiskal pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat konsumsi, investasi, hingga ekspor.

Perry menekankan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi perlu terus diupayakan agar sejalan dengan kapasitas perekonomian nasional. Pada kuartal III-2025, sejumlah indikator menunjukkan konsumsi rumah tangga masih belum sepenuhnya pulih.

“Konsumsi rumah tangga masih belum kuat dipengaruhi oleh menurunnya ekspektasi konsumen khususnya pada kelompok menengah ke bawah serta terbatasnya ketersediaan lapangan kerja,” jelas Perry dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Kamis (18/9/25).

Di sisi lain, investasi menjadi salah satu motor yang harus terus diperkuat. Perry menilai percepatan realisasi berbagai program prioritas pemerintah, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai daerah, sangat penting dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Sementara itu, prospek ekspor diperkirakan akan lebih baik pada paruh kedua tahun ini, terutama ditopang oleh kenaikan ekspor produk pertanian dan manufaktur. Komoditas minyak kelapa sawit (CPO) ke India menjadi salah satu andalan seiring kebijakan penurunan bea impor yang dilakukan negara tersebut.

Perry menegaskan, BI akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah melalui dukungan stimulus fiskal dan sektor riil. Dari sisi belanja negara, pemerintah diperkirakan meningkatkan pengeluaran pada semester II-2025 sejalan dengan implementasi proyek-proyek prioritas, mulai dari program ketahanan pangan, energi, pertahanan dan keamanan, hingga Paket Kebijakan Ekonomi 2025.

“Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penurunan suku bunga, pelonggaran likuiditas, peningkatan insentif makroprudensial, serta percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan,” terang Perry.

Dengan langkah-langkah terintegrasi tersebut, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II-2025 akan lebih baik. Secara keseluruhan, Perry optimistis pertumbuhan tahun ini akan berada di  kisaran 4,6–5,4 persen.

“Sehingga secara keseluruhan tahun 2025 akan berada di atas titik tengah kisaran 4,6 hingga 5,4 persen,” pungkasnya.

Leave a Reply

Exit mobile version