Menu
in ,

Bank Emas Dongkrak Laba Pegadaian Naik 23 Persen Jadi Rp3,58 Triliun di Semester I 2025

Foto: Dok. Pegadaian

Bank Emas Dongkrak Laba Pegadaian Naik 23 Persen Jadi Rp3,58 Triliun di Semester I 2025

Pajak.com, Jakarta  PT Pegadaian membukukan kinerja keuangan yang solid pada semester I 2025, dengan lonjakan laba bersih 23,1 persen menjadi Rp3,58 triliun. Aset perusahaan berusia 124 tahun itu mencapai Rp121,1 triliun, naik dari Rp93,6 triliun tahun lalu, sementara outstanding loan (OSL) gross melonjak dari Rp77,02 triliun menjadi Rp101,5 triliun.

Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan menyebut, pertumbuhan ini banyak ditopang oleh bisnis emas yang semakin ekspansif, khususnya sejak peluncuran layanan Bank Emas pada Februari lalu.

“Kehadiran layanan Bank Emas juga semakin menyempurnakan bisnis Pegadaian saat ini. Kami berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan literasi mengenai investasi emas bagi masyarakat, dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan,” kata Damar melalui keterangan resmi, dikutip Pajak.com, Senin (11/8/2025).

Damar mengemukakan, hingga 8 Agustus total kelolaan emas Pegadaian mencapai 22,7 ton. Produk Deposito Emas menjadi penyumbang terbesar dengan transaksi setara 1,36 ton, sementara Tabungan Emas mencatat saldo 13,8 ton. Saat ini, layanan Bank Emas telah dimanfaatkan oleh lebih dari 4 juta nasabah di seluruh Indonesia.

“Kinerja gemilang ini menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap produk dan layanan Pegadaian, khususnya pada investasi emas,” imbuhnya.

Bank Emas Pegadaian merupakan layanan terintegrasi yang menawarkan Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas. Ia mengklaim, produk Deposito Emas menjadi primadona, sementara fitur Setor Fisik Emas yang baru diluncurkan di 13 outlet Jabodetabek dan Balikpapan diyakininya akan memudahkan nasabah mengonversi emas batangan menjadi saldo Tabungan Emas, sekaligus dapat dipantau melalui aplikasi Pegadaian Digital.

Adapun izin penyelenggaraan usaha bulion untuk Bank Emas Pegadaian diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024 melalui surat No. S-325/PL.02/2024. Dengan lisensi strategis ini, lanjut Damar, Pegadaian mencatat sejarah sebagai lembaga jasa keuangan pertama di Indonesia yang mengantongi kewenangan mengelola layanan bank emas secara resmi.

Selain bisnis emas, sinergi Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM turut menopang pembiayaan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) juga membaik, turun menjadi 0,77 persen pada semester I 2025.

Damar mengatakan, keberhasilan mempertahankan pertumbuhan ini tidak lepas dari transformasi, inovasi, dan dukungan sumber daya manusia yang terlatih. Saat ini Pegadaian memiliki lebih dari 5.000 tenaga penaksir dan analis emas tersertifikasi, laboratorium gemologi bersertifikat internasional, serta layanan penyimpanan emas (vaulting) berstandar internasional. Dukungan juga datang dari anak usaha Galeri 24 yang bergerak di bidang ritel dan manufaktur emas.

Tak hanya itu, jaringan layanan Pegadaian tersebar di lebih dari 4.000 outlet, 600 Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM), dan 240 ribu agen di seluruh Indonesia. Sementara produk dan layanan dapat diakses melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi Pegadaian Digital, perbankan, e-commerce, dan platform investasi.

“Pegadaian siap menjadi solusi finansial bagi seluruh lapisan masyarakat dan mendukung ekonomi kerakyatan, tentunya dengan tetap menjaga tata kelola yang rapi dan transparan sesuai dengan arahan Danantara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Exit mobile version