Airlangga Pede Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh hingga 5,6 Persen pada Kuartal IV-2025
Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 berpotensi mencapai kisaran 5,4 persen hingga 5,6 persen, ditopang oleh akselerasi belanja pemerintah, berbagai program stimulus, serta meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode akhir tahun 2025.
Airlangga menjelaskan bahwa sejumlah indikator pendukung telah menunjukkan pergerakan positif. Salah satunya adalah program bantuan sosial (bansos) yang telah digelontorkan pemerintah senilai Rp30 triliun. Sementara program diskon transportasi untuk periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga diproyeksikan mendorong tambahan perputaran ekonomi sekitar Rp30 triliun.
“Kuartal keempat kita berharap [tumbuh] dalam range-nya jadi kontribusinya akan lebih tinggi dari 5 persen,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Kamis (27/11/25).
Selain itu, pemerintah menyiapkan penyaluran kredit massal sektor perumahan yang ditargetkan mencapai 50 ribu debitur pada Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa kontribusi belanja pemerintah pada kuartal terakhir tahun ini diperkirakan akan meningkat signifikan, mengingat hampir seluruh kementerian dengan pagu besar memiliki rencana realisasi anggaran lebih dari 90 persen. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi pendorong kuat pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui government spending.
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa berbagai program bantuan sosial, insentif mobilitas masyarakat, serta kebijakan terkait libur Nataru turut memperkuat dorongan konsumsi rumah tangga. Secara keseluruhan, rangkaian faktor tersebut membuat pemerintah optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 akan berada dalam rentang 5,4 persen hingga 5,6 persen, atau lebih tinggi dari capaian sebelumnya.
“Dari berbagai program bansos dan tambahan lagi dari mobilitas masyarakat dan juga untuk memanfaatkan Nataru, nah kami yang optimistis range-nya antara 5,4 persen hingga 5,6 persen,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2025 tumbuh 5,04 persen secara tahunan (year on year/yoy), sehingga masih berada pada jalur yang konsisten dengan target pertumbuhan tahunan sebesar 5,2 persen.
Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga terus menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 4,89 persen, didorong oleh stimulus pemerintah serta meningkatnya mobilitas masyarakat.
Kinerja investasi pun mencatat perkembangan signifikan. Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hingga kuartal III-2025 mencapai Rp1.434,3 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Sementara itu, aktivitas manufaktur tetap berada di zona ekspansi, tercermin dari Indeks PMI Manufaktur Oktober 2025 yang berada di level 51,2, mengindikasikan potensi percepatan pada kuartal berikutnya.
Dari sisi stabilitas, inflasi Oktober 2025 tercatat sebesar 2,86 persen, masih terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1 persen. Ketahanan eksternal juga berada pada level solid, ditandai dengan cadangan devisa sebesar 148,7 miliar dolar AS dan rasio utang luar negeri yang tetap dalam batas aman.

