Wamenkeu ke DJP: Perbaiki Moral agar Pemungutan Pajak Dilakukan Tanpa Melukai Hati Masyarakat
Pajak.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyelenggarakan acara Doa Bersama dan Dialog Lintas Agama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Indonesia, di Aula Cakti Buddhi Bhakti, Kantor Pusat DJP, (21/8/25). Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu mengajak seluruh pegawai DJP untuk memperbaiki sikap dan moral agar pemungutan pajak dapat dilakukan lebih santun tanpa melukai hati masyarakat.
“Melalui forum dialog ini, mari kita mohon arahan dan nasihat dari para tokoh agama yang hadir untuk meningkatkan toleransi dalam menghimpun penerimaan negara,” ujar Anggito dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com, (22/8/25).
Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto, kehadiran tokoh lintas agama di acara ini mencerminkan kebersamaan sekaligus mendukung peran DJP menghimpun penerimaan negara. Mengingat peran strategis DJP dalam menghimpun penerimaan negara guna membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Tema kemerdekaan tahun ini ‘Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’ menjadi pijakan DJP dalam menghimpun pajak untuk pembangunan, sejalan dengan tema Hari Pajak ‘Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh’. Syukur atas kemerdekaan harus diwujudkan dengan menjaga persatuan dan menjadi pegawai pajak yang berintegritas,” jelas Bimo.
Dengan ribuan pegawai dari beragam budaya, suku, dan agama, Bimo juga melihat kemajemukan sebagai sebuah kekuatan bagi DJP. Dengan kemajemukan itu, DJP ingin meneguhkan toleransi, kebersamaan, dan integritas guna mendukung keberhasilan pembangunan bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan apresiasi kepada DJP yang berani berbeda dalam memikirkan hubungan antara bangsa dan agama. Ia juga mengingatkan agar dana yang dihimpun dari pajak disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saya kira inilah saat yang tepat untuk membahas kontribusi agama bagi bangsa, sekaligus kontribusi bangsa bagi agama,” ujar Nasaruddin.
Acara Doa Bersama dan Dialog Lintas Agama juga dihadiri oleh Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Jakarta/KAJ (Kristen) Romo Antonius Suyadi; Therasamagama Sangha Theravada Indonesia (Buddha) Banthe Jayamedho Thera; Ketua Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (Hindu) I Nyoman Widia; serta Ketua Umum Matakin periode 2022-2026 (Konghucu) Xiang Seng Budi S. Tanuwibowo. Hadir pula para staf ahli menteri keuangan, pejabat struktural di lingkungan DJP, serta seluruh pegawai DJP secara luring maupun daring.

