Realisasi Penerimaan Perpajakan Capai Rp2.217,9 Triliun pada 2025, Atau 89 Persen dari Target
Pajak.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkap bahwa realisasi penerimaan perpajakan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp2.217,9 triliun atau sekitar 89 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang sebesar Rp2.490,9 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa APBN tahun 2025 tetap memainkan peran strategis sebagai instrumen utama kebijakan fiskal. “Dalam kondisi yang volatile di tahun 2025, APBN menjadi instrumen kebijakan yang antisipatif dan responsif menghadapi perkembangan di rangka global dan domestik,” ujar Purbaya dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Kamis (8/1/26).
Berdasarkan realisasi sementara, pendapatan negara pada 2025 tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau setara 91,7 persen dari target APBN. Kontribusi terbesar masih berasal dari penerimaan perpajakan, meskipun capaian sektor ini belum optimal. Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target yang telah ditetapkan.
Jika dirinci, penerimaan pajak mencapai Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN yang sebesqr Rp2.189,3 triliun. Capaian tersebut lebih rendah dibanding realisasi pada 2024 yang sebesar Rp1.931,6 triliun.
Sementara itu, kepabeanan dan cukai mencatatkan kinerja yang hampir sesuai sasaran dengan realisasi Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target yang sebesar Rp301,6 triliun. Kinerja positif juga terlihat pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mampu melampaui target dengan capaian Rp534,1 triliun atau 104,0 persen. Adapun penerimaan hibah terealisasi sebesar Rp4,3 triliun atau 733,3 persen dari target.
Di sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target APBN 2025 yang sebesar Rp3.621,3 triliun. Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari target APBN 2025 yang sebesar Rp2.701,4 triliun.
Dari jumlah tersebut, belanja kementerian/lembaga (K/L) mencatatkan realisasi Rp1.500,4 triliun atau 129,3 persen dari target. Sebaliknya, belanja non-K/K baru terealisasi Rp1.102 triliun atau 71,5 persen dari target.
Sementara itu, belanja transfer ke daerah (TKD) disalurkan sebesar Rp849 triliun atau 92,3 persen dari target, tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan dan pelayanan publik di daerah.
Berdasarkan realisasi sementara, pendapatan negara sepanjang 2025 mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN. Di sisi lain, belanja negara terealisasi sebesar Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target. Dengan kondisi tersebut, defisit APBN 2025 tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih berada dalam batas yang telah direncanakan pemerintah.
Selain defisit, kinerja keseimbangan primer hingga akhir 2025, tercatat sebesar Rp180,7 triliun, atau lebih tinggi dibanding dengan target APBN yang sebesar Rp63,3 triliun.
Dari sisi pembiayaan, realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp744,0 triliun atau 120,8 persen dari target. Pembiayaan ini digunakan untuk menutup defisit APBN sekaligus mengelola kewajiban fiskal secara pruden. Sementara itu, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tercatat sebesar Rp48,9 triliun.

