Menu
in ,

Purbaya Ungkap Bisa Pantau Saldo Rekening Pejabat Kemenkeu

Purbaya Ungkap Bisa Pantau Saldo Rekening Pejabat Kemenkeu

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk memantau saldo rekening pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan khususnya di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai bagian dari upaya menjaga integritas dan mencegah penyimpangan kewenangan.

Purbaya menegaskan bahwa pembiaran terhadap praktik pembenaran atas pelanggaran, sekecil apa pun, dapat merusak organisasi secara perlahan dari dalam. Oleh karena itu, pengendalian harus dimulai sejak tahap pembinaan, terutama pada lini terdepan organisasi.

Namun demikian, Purbaya mengingatkan bahwa pengawasan tidak berhenti pada satu sumber saja. Menurutnya, sistem memungkinkan pemantauan dari berbagai sisi apabila diperlukan.

“Termasuk yang diproses [OTT KPK] ya, jadi saya rasa orang keuangan sudah jago me-manage saldo di tabungan. Tapi jangan Anda anggap enteng. Saya masih bisa lihat dari tempat yang lain, atau orang lain bisa lihat dari tempat yang lain,” kata Purbaya dalam acara pelantikan 4 pejabat di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jakarta Utara, dikutip Pajak.com pada Jumat (23/1/25).

Purbaya menekankan bahwa kunci utama bagi seluruh pegawai adalah menjaga integritas, bersikap bersih, dan lurus dalam menjalankan tugas. Selama hal tersebut jika dijaga, ia memastikan tidak akan ada masalah. Soal kesejahteraan, menurutnya, menjadi tanggung jawab pimpinan dan tim terkait di Kementerian Keuangan.

“Jadi yang penting Anda bersih, lurus, harusnya tidak ada masalah. Masalah kesejahteraan nanti kami pikirkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menjelaskan bahwa Kemenkeu menerapkan konsep three lines of defense dalam menjaga tata kelola dan integritas organisasi. Lini pertama adalah pimpinan dan pegawai operasional yang menjalankan tugas sehari-hari. Lini kedua mencakup kebijakan, pengendalian internal, dan manajemen risiko. Sementara lini ketiga adalah audit internal.

“Integritas diuji bukan saat diawasi, tapi saat memegang kewenangan tanpa pengawasan langsung. Itu yang penting,” kata Purbaya.

Ia menegaskan bahwa audit internal bukan bertujuan mencari kesalahan individu, melainkan memastikan organisasi terus belajar dan membenahi diri. Namun, ia mengakui masih terdapat prosedur-prosedur khusus yang berpotensi menimbulkan celah dan harus segera dirapikan.

Purbaya mengingatkan bahwa ketiga lini pertahanan tersebut harus berjalan bersamaan. Jika salah satu hanya dijalankan secara formalitas, maka sistem pengawasan berisiko jebol secara keseluruhan.

“Kalau satu pura-pura, yang lain akan ikut jebol,” tegasnya.

Di tengah tingginya tekanan kerja, ekspektasi publik, dan sorotan terhadap Kemenkeu, Purbaya meminta seluruh jajaran menjadikan integritas sebagai pegangan utama. Ia meyakini bahwa jika pekerjaan dijalankan secara lurus dan keputusan diambil dengan jelas, kepercayaan publik terhadap pajak, serta Kementerian Keuangan secara keseluruhan akan semakin kuat.

“Kita harus menjaga martabat organisasi departemen keuangan secara keseluruhan,” ujarnya.

Menutup arahannya, Purbaya memastikan bahwa dirinya tidak akan ragu-ragu dalam mengambil sikap dan meminta para pimpinan serta pegawai berani menjalankan tugas sesuai dengan garis kewenangan dan tanggung jawab masing-masing.

“Anda harus berani menjalankan tugas Anda sesuai dengan yang digariskan di masing-masing lini atau level-level Anda,” pungkasnya.

Leave a Reply

Exit mobile version