Gerindra Jadi Parpol Pertama Undang DJP Sosialisasikan Coretax, Bimo: Inisiasi Luar Biasa
Pajak.com, Jakarta — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyebut Partai Gerindra sebagai partai politik pertama yang secara resmi mengundang otoritas pajak untuk melakukan sosialisasi sistem administrasi perpajakan baru, Coretax. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dalam kegiatan sosialisasi Coretax kepada kader Partai Gerindra di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (19/1/2026).
“Ini merupakan undangan pertama untuk sosialisasi, dan tentu ini sebuah inisiasi yang luar biasa, baik bagi pengembangan dan juga bagi implementasi Coretax di semua kader partai politik, khususnya yang dimulai dengan kader Gerindra,” kata Bimo dalam konferensi pers usai kegiatan tersebut.
Bimo menjelaskan, dalam sosialisasi ini DJP memaparkan berbagai fitur utama Coretax yang dirancang untuk mengintegrasikan sistem-sistem perpajakan yang selama ini terpisah. Integrasi tersebut, lanjutnya, ditujukan untuk memberikan kemudahan administrasi, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta memperkuat kepastian hukum dalam pelayanan perpajakan.
“Fitur-fitur yang selama ini scatter atau terpisah-pisah kini dijadikan satu, sehingga memudahkan Wajib Pajak sekaligus memperkuat transparansi dan kepastian hukum,” paparnya.
Menurut Bimo, program sosialisasi tidak hanya menyasar pengurus DPP Partai Gerindra, tetapi juga akan diperluas hingga ke tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh Indonesia. DJP juga akan memberikan pendampingan teknis, mulai dari aktivasi akun Coretax hingga asistensi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi.
“Asistensi terhadap submission SPT orang pribadi yang batas waktunya 31 Maret juga akan kami lakukan, dan tadi ini disambut sangat baik oleh DPP, DPD, maupun DPC dari seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Ia berharap, langkah Gerindra dapat menjadi contoh bagi partai politik lain untuk ikut serta mengedukasi kadernya mengenai sistem perpajakan nasional yang baru. DJP, lanjut Bimo, siap membuka kantor dan seluruh kanal layanan untuk mendukung aktivasi dan implementasi Coretax secara luas.
“Kami mengharapkan ini menjadi teladan bagi parpol lain, dan sosialisasi serupa akan kami lakukan secara berkelanjutan,” kata Bimo.
Di kesempatan yang sama, Bendahara Umum Partai Gerindra Satrio Dimas Adityo mengemukakan, pihaknya merasa terhormat menerima kunjungan DJP untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh kader. Ia menyebut, kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus DPP, DPD provinsi, hingga DPC dari seluruh Indonesia.
“Pada pagi hari ini kami hadir selain pengurus DPP, juga seluruh pengurus DPD dan DPC seluruh Indonesia untuk mengikuti sosialisasi Coretax. Ini sebagai langkah kami mewadahi, sebagai badan publik, untuk memberikan akses informasi kepada kader kami dan juga kepada masyarakat,” ujar Dimas.
Ia menambahkan, pada 2026 pemerintah menetapkan kebijakan penggunaan Coretax sebagai sistem administrasi perpajakan nasional yang wajib dipatuhi seluruh warga negara. Oleh karena itu, Gerindra memandang perlu memberikan ruang diskusi dan sesi tanya jawab agar para kader memahami perubahan tersebut secara komprehensif.
Dukungan terhadap implementasi Coretax juga disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra Wihadi Wiyanto. Ia menilai, sosialisasi ini penting mengingat banyak kader partainya berasal dari kalangan pengusaha yang membutuhkan pemahaman teknis mengenai sistem baru tersebut.
“Sebagai warga negara Indonesia kita harus mendukung program pemerintah dan membayar pajak dengan taat. Coretax ini sesuatu yang baru, sehingga kader kami perlu mengetahui dan memahaminya dengan baik,” kata Wihadi.
Wihadi berharap, sosialisasi yang dilakukan DJP dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh kader Gerindra, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar proses transisi menuju sistem Coretax berjalan lancar dan tidak menimbulkan kendala dalam pemenuhan kewajiban perpajakan.
“Kader-kader kami juga banyak yang pengusaha tentunya membutuhkan bagaimana sosialisasi Coretax itu. Jadi, saya harapkan di sini bisa dimanfaatkan sebaik-baik mungkin untuk seluruh kader kita, sehingga mengerti mengenai masalah Coretax ini dengan baik. Saya kira, kita menyambut baik dan kita sosialisasi ini untuk kader-kader kami,” tutup Wihadi.

