Menu
in ,

Gandeng BSI, Pegawai Kanwil LTO Jaga Integritas dengan Perencanaan Investasi 

Kanwil LTO BSI

FOTO: Kanwil LTO

Gandeng BSI, Pegawai Kanwil LTO Jaga Integritas dengan Perencanaan Investasi 

Pajak.com, Jakarta– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar atau Large Tax Office (Kanwil LTO) menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI untuk menyelenggarakan In House Training (IHT) Psikologi Keuangan bertajuk Gaya Hidup Frugal Biar Gak Ugal-ugalan, di Kanwil LTO.

Peserta IHT diikuti seluruh pegawai di Lingkungan Kanwil LTO, yaitu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wajib Pajak Besar Satu, KPP Pratama Wajib Pajak Besar Dua, KPP Pratama Wajib Pajak Besar Tiga, dan KPP Pratama Wajib Pajak Besar Empat.

Kepala Bagian Umum Kanwil LTO Nirmala Rustini menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada jajaran BSI atas kolaborasi di acara IHT ini. Ia menekankan bahwa pegawai pajak harus berintegritas dan mampu melakukan perencanaan masa depan, khususnya perencanaan keuangan dengan baik dan tepat.

“Kita harus berintegritas, rajin menabung dan berinvestasi sehingga siap menggapai masa depan yang bahagia. Jangan sampai lupa diri,” tegas Nirmala dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com, (8/8/25).

Secara simultan, IHT ini juga merupakan bagian dari program Kanwil LTO yang tengah melaksanakan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK) berkelanjutan.

“Pegawai pajak harus menolak gratifikasi dan/atau KKN [korupsi, kolusi, dan nepotisme] dengan memahami bagaimana mengelola keuangan pribadi dan rumah tangga secara prudent dan tepat, hingga akhirnya menjalani masa pensiun dengan tenang dan nyaman,” tandas Nirmala.

Pada kesempatan yang sama, Manajer Area BSI Cabang Jakarta Thamrin Wawan Purwantoro menyoroti peningkatan nasabah BSI yang berasal dari pegawai pajak. Menurutnya, salah satu pertimbangan para pegawai pajak adalah karena BSI merupakan bank berkonsep syariah.

Positioning BSI sebagai bank dengan peringkat lima besar perbankan nasional dan sembilan besar perbankan syariah dunia. Sinergi BSI terhadap kontribusi pajak dan zakat tahun 2024 mencapai Rp268,6 miliar. Bersama BSI, hidup menjadi lebih berkah dan beruntung kemudian,” ungkap Wawan.

Adapun penyampaian materi IHT disampaikan oleh Greget Kalla Buana, yakni seorang influencer dan expert di bidang islamic finance specialist. Menurut Kalla, frugal living adalah pilihan yang tepat dan sesuai serta semaksimal mungkin dijadikan sebuah tren gaya hidup dari setiap generasi, mulai dari baby boomer sampai gen alpha.

“Mengapa harus frugal? Karena sudah mempertimbangkan secara simultan dari sisi kesadaran diri, skala prioritas, dan kualitas hidup dan nilai. Ingat, frugal tidak sama dengan pelit,” tandas Kalla.

Menurutnya, dengan pilihan frugal living, hidup lebih hemat karena bisa menabung dan menikmati hidup. Dengan begitu, ketenangan dan kesehatan pun akan lebih terjaga sekaligus menghindari dari godaan KKN.

Leave a Reply

Exit mobile version