DJP Berduka atas Tragedi di Manokwari dan Pastikan Dukungan Penuh bagi Keluarga
Pajak.com, Jakarta — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Aresty Gunar Tinarga (38), istri Amri Hidayat—Kepala Seksi Penjaminan Kualitas Data (Kasi PKD) Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari. Ia menjadi korban dugaan tindak pidana yang terjadi di Manokwari, Papua Barat, pada awal pekan ini.
Dalam pernyataan resminya, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) DJP Rosmauli menyatakan, seluruh keluarga besar otoritas pajak turut berduka dan memberikan dukungan penuh bagi keluarga pegawai yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kami memahami peristiwa ini sangat mengejutkan dan meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga almarhumah, tetapi juga bagi seluruh insan Kementerian Keuangan,” kata Rosmauli dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com, Kamis (13/11/2025).
Rosmauli menjelaskan, berdasarkan informasi dari Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Papua Barat, peristiwa tragis ini telah ditangani secara intensif oleh kepolisian setempat. Terduga pelaku sudah diamankan oleh Kepolisian Resor (Polres) Manokwari, sementara barang-barang milik korban yang sempat hilang telah ditemukan di lokasi persembunyian pelaku.
“Saat ini proses identifikasi jenazah dan autopsi sedang dilakukan oleh tim forensik, dengan pengawalan langsung dari Kapolres Manokwari dan Kapolda Papua Barat,” ucap Rosmauli.
Rencananya, jenazah mendiang akan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Rosmauli pun memastikan koordinasi antara Kantor Wilayah DJP Papua, Papua Barat dan Maluku, serta Kanwil DJP Jawa Timur II berjalan baik agar proses pemulangan jenazah berlangsung lancar dan tertib.
“Jenazah almarhumah akan dikebumikan di Blitar, Jawa Timur, dengan dukungan penuh dari unit-unit terkait agar berlangsung dengan hormat dan layak,” imbuhnya.
Ia menegaskan, DJP bersama seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan—termasuk Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai)—turut mendampingi keluarga korban melalui dukungan logistik, bantuan psikologis, serta pengawasan langsung dari pimpinan pusat Kementerian Keuangan dan DJP.
“Koordinasi juga terus dilakukan secara berjenjang dengan pimpinan pusat Kementerian Keuangan dan DJP, untuk memastikan setiap langkah dilakukan sesuai protokol dan dengan penuh empati,” tambah Rosmauli.
Dalam pernyataan yang sama, Rosmauli juga menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Daerah Papua Barat dan Polresta Manokwari atas respons cepat dan perhatian serius terhadap kasus ini. Ia menilai, penanganan cepat aparat hukum menunjukkan kehadiran negara yang penting, terutama ketika musibah menimpa keluarga aparatur sipil negara yang tengah mengabdi di daerah.
Duka yang mendalam ini menggugah solidaritas di lingkungan pegawai pajak. Musibah ini meninggalkan pesan kemanusiaan yang kuat di lingkungan Kementerian Keuangan—bahwa di balik pekerjaan yang sarat tanggung jawab dan tekanan publik, ada manusia-manusia yang berjuang, mencintai, dan kehilangan. Dalam kesedihan itu, solidaritas dan empati menjadi kekuatan bersama yang meneguhkan makna pengabdian.
“Atas nama keluarga besar Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak, kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta dukungan penuh dari seluruh rekan kerja dan institusi,” tuturnya.
Rosmauli juga menegaskan seluruh pihak agar menahan diri dari penyebaran spekulasi dan menunggu informasi resmi dari kepolisian. Hal ini demi menjaga ketenangan keluarga korban, dan memastikan proses penyelidikan berjalan dengan lancar serta penuh hormat terhadap pihak yang berduka.
“Untuk menjaga ketenangan keluarga dan kelancaran proses penyelidikan, kami mengimbau seluruh pihak untuk menunggu informasi resmi dari Kepolisian dan tidak menyebarkan spekulasi atau narasi yang belum terverifikasi,” pungkasnya.

