Bea Cukai Beri Fasilitas Kawasan Berikat ke Perusahaan Asal Batang, Kontribusi Devisa Diproyeksi Tembus Rp500 Miliar
Pajak.com, Semarang – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC/Bea Cukai) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng DIY) resmi memberikan fasilitas kawasan berikat kepada PT Chengda International Indonesia, perusahaan manufaktur sol sepatu yang berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dengan fasilitas ini, kontribusi devisa perusahaan diproyeksikan meningkat signifikan hingga mencapai Rp500 miliar pada 2029.
Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, R. Megah Andiarto menuturkan bahwa fasilitas kawasan berikat memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk, tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta berbagai keringanan lain yang dapat menekan biaya produksi.
“Adanya fasilitas ini membuat perusahaan dapat lebih efisien sehingga produknya mampu bersaing di pasar internasional. Jika hal itu diraih, maka daya saing industri nasional dan ekspor pun meningkat, investasi meluas, dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Megah dalam keterangan resminya, dikutip Pajak.com pada Selasa (16/9/25).
PT Chengda International Indonesia diketahui telah menanamkan investasi senilai Rp205 miliar di Batang. Perusahaan ini memproduksi sol sepatu bagian luar dan dalam yang dipasarkan ke berbagai negara, antara lain Tiongkok, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan India. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat basis industri penunjang ekspor dari Jawa Tengah.
Kontribusi perusahaan terhadap perekonomian juga tercermin dari serapan tenaga kerja dan perolehan devisa. Pada 2025, PT Chengda International Indonesia telah menyerap 480 pekerja dan diproyeksikan meningkat hingga 1.150 orang pada 2029.
Dari sisi devisa, kontribusi perusahaan mencapai 7,95 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp130 miliar pada 2025, dan diperkirakan melonjak menjadi 34 juta dolar AS atau setara Rp500 miliar pada 2029.
Direktur PT Chengda International Indonesia Jia Renhua menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan pemerintah melalui Bea Cukai. “Terima kasih atas fasilitas kawasan berikat yang diberikan. Kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk meningkatkan daya saing produk kami di pasar global,” ungkap Jia.
Selain memberikan manfaat berupa peningkatan ekspor dan penyerapan tenaga kerja, keberadaan perusahaan ini turut memicu tumbuhnya ekonomi lokal. Sejumlah usaha masyarakat di sekitar kawasan perusahaan, seperti toko kelontong, rumah makan, kos-kosan, hingga penyedia alat tulis kantor, ikut merasakan dampak positif.
Dengan adanya fasilitas kawasan berikat ini, pemerintah berharap tercipta ekosistem industri yang sehat, berdaya saing, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

