Menu
in ,

Realisasi Investasi Semester I-2024 Rp 829,9 T, UMKM Ambil Porsi Rp 127 T

Realisasi Investasi Semester I-2024

FOTO: Aprilia Hariani

Realisasi Investasi Semester I-2024 Rp 829,9 T, UMKM Ambil Porsi Rp 127 T

Pajak.com, Jakarta – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang periode Januari–Juni (semester I-2024) mencapai Rp 829,9 triliun atau meningkat 22,3 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2023. Dari jumlah itu, usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengambil porsi sebesar Rp 127 triliun dengan 2,4 juta proyek dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 4.696.618 orang.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menuturkan bahwa UMKM memberikan proporsi lapangan kerja paling besar dibandingkan dengan sektor usaha lainnya. Ia memerinci, nilai komitmen investasi sebesar Rp 127 triliun untuk UMKM itu, terdiri dari Rp 72,2 triliun bagi pelaku usaha skala mikro sebanyak 2.206.932 proyek; 204.418 proyek untuk pelaku usaha skala kecil sebesar Rp 54,8 triliun.

Adapun 5 besar sektor dengan kontribusi dalam UMKM terbesar adalah perdagangan dan reparasi dengan nilai investasi Rp 46,5 triliun (994.149 proyek); jasa lainnya dengan nilai investasi Rp 24,8 triliun (234.552 proyek); hotel dan restoran dengan nilai investasi Rp 13 triliun (48.040 proyek); dan konstruksi dengan nilai investasi Rp 11,9 triliun (64.246 proyek); serta tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dengan nilai investasi Rp 7 triliun (106.302 proyek).

Meski demikian, Bahlil menyoroti rendahnya porsi UMKM dari sisi dukungan permodalan. Dari nilai credit lending sebesar Rp 6.300 triliun, sektor UMKM hanya mendapat porsi tidak lebih dari 18 persen.

“Makanya saya itu lagi berpikir, kadang-kadang kita ini enggak adil sama UMKM, terutama dalam hal permodalan. Padahal UMKM punya kontribusi terhadap penciptaan lapangan pekerjaan gila sekali, ini 4 juta. Makanya, tim di kita di Kementerian Investasi/BKPM konsisten mendorong permodalan bagi UMKM,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II 2024 dan Semester I Tahun 2024, di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, dikutip Pajak.com, (30/7).

Ia menyebut salah satu caranya melalui Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kemitraan di Bidang Penanaman Modal antara Usaha Besar dengan UMKM di Daerah. Ia optimistis regulasi tersebut merupakan cara yang tepat untuk mendorong UMKM naik kelas dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan lebih besar lagi.

“Kita semua mengetahui, 60 persen PDB (produk domestik bruto) kita dari UMKM. Jumlah unit usaha kita 99,9 persen itu UMKM. Ke depan saya pikir kolaborasi dengan UMKM harus kita lakukan, makanya di Kementerian Investasi punya peraturan menteri untuk setiap investor yang masuk wajib kolaborasi dengan pengusaha daerah atau UMKM,” tegas Bahlil.

Secara kumulatif, ia juga melaporkan realisasi investasi sepanjang April-Juni (triwulan II-2024) mencapai Rp 428,4 triliun atau meningkat sebesar 6,7 persen dibanding dengan periode sebelumnya dan penyerapan tenaga kerja pada triwulan I-2024 tercatat sebanyak 677.623 orang. Sementara realisasi investasi semester I-2024 yang sebesar Rp 829,9 triliun telah mencapai 50,3 persen dari target. Bahlil menilai, capaian ini menunjukkan bahwa iklim investasi tetap kondusif walau memasuki masa transisi menuju pelantikan presiden baru.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka berpesan agar UMKM tetap diperhatikan dan diberikan kemudahan berusaha.

“Selain persoalan hilirisasi, saya juga sering menyinggung soal UMKM sejak masa debat kampanye kemarin. Sekali lagi jangan melupakan UMKM dan juga regulasi-regulasi yang masih memperlambat investasi ini perlu dikejar lagi,” ujar Gibran.

Leave a Reply

Exit mobile version