Menu
in ,

BEI Tambahkan 5 Saham “Underlying” SSF Baru, Cek Daftarnya di Sini

BEI Saham “Underlying” SSF Baru

FOTO: Aprilia Hariani/PAJAK.COM

BEI Tambahkan 5 Saham “Underlying” SSF Baru, Cek Daftarnya di Sini

Pajak.com, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas cakupan produk derivatif dengan menetapkan lima saham yang ditambahkan sebagai underlying baru untuk Kontrak Berjangka Saham (KBS) atau Single Stock Futures (SSF) pada 14 Juli 2026. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa penambahan underlying SSF baru ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya tarik dan likuiditas pasar modal Indonesia.

Sebagaimana diketahui, underlying SSF merupakan saham-saham konstituen indeks LQ45 yang memiliki likuiditas tinggi dan fundamental yang baik. BEI mengingatkan, investor dapat memperdagangkan SSF dengan terlebih dahulu membuka rekening derivatif pada anggota bursa yang telah memiliki izin sebagai Anggota Bursa Derivatif.

“Dengan semakin luasnya pilihan produk derivatif, kami berharap investor memiliki lebih banyak alternatif instrumen investasi untuk menyesuaikan strategi investasinya. Penambahan underlying ini menjadi milestone penting dalam pengembangan produk derivatif,” jelas Jeffrey dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com(17/5/25).

Menurutnya, transaksi SSF terus menunjukkan perkembangan positif dengan mencatatkan volume transaksi yang bertumbuh sejak diluncurkan pada tahun 2024. Hingga Juni 2025, transaksi SSF mencapai 2.175 kontrak atau sebesar Rp1,02 miliar atau meningkat 19 persen dibandingkan jumlah kontrak pada tahun 2024.

“Jumlah investor derivatif juga menunjukkan peningkatan 142 persen dibandingkan tahun 2024 dengan mencapai 359 investor. Capaian ini mencerminkan meningkatnya minat dan kepercayaan investor terhadap instrumen derivatif, khususnya SSF, sebagai alternatif investasi yang potensial di pasar modal Indonesia,”ungkap Jeffrey.

Ia memastikan, penambahan underlying SSF dilakukan BEI dengan mempertimbangkan tren dan dinamika pasar terkini, serta kondisi sektor konsumsi, pertambangan, dan energi.

Daftar 5 Saham “Underlying” SSF Baru 

BEI merilis, saham yang ditambahkan sebagai underlying SSF baru adalah sebagai berikut:

  1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT);
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM);
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI);
  4. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan
  5. PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Dengan penambahan lima saham tersebut, maka saat ini terdapat total 10 saham underlying SSF, yakni:

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM);
  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI);
  3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT);
  4. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT);
  5. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF);
  6. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI);
  7. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA);
  8. PT Astra International Tbk (ASII);
  9. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM); dan
  10. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Leave a Reply

Exit mobile version