Menu
in ,

Utang Pemerintah Tembus Rp9.138 Triliun, Purbaya: Tenang, Masih Aman

FOTO : IST

Utang Pemerintah Tembus Rp9.138 Triliun, Purbaya: Tenang, Masih Aman

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi utang pemerintah saat ini masih berada dalam batas aman dan terkendali. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap meningkatnya total utang pemerintah pusat yang mencapai Rp9.138,05 triliun per Juni 2025.

Dari total tersebut, komposisi utang pemerintah terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp7.980,87 triliun dan pinjaman sebesar Rp1.157,18 triliun. Dengan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 39,86 persen, Purbaya menegaskan bahwa posisi Indonesia masih jauh di bawah batas yang ditetapkan oleh standar internasional.

“Kenapa Anda khawatir tentang utang? Kata siapa [uang pemerintah enggak cukup buat bayar utang]? Kalau Anda belajar fiskal kan tahu rasio atau ukuran-ukuran satu negara bisa bayar utang seperti apa. Bayar mau atau mampu,” ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, dikutip Pajak.com pada Rabu (29/10/25).

Purbaya menjelaskan, lembaga pemeringkat internasional (rating agency) pada dasarnya menilai kemampuan fiskal suatu negara melalui dua indikator utama, yaitu rasio defisit terhadap PDB (deficit to GDP ratio) dan rasio utang terhadap PDB (debt to GDP ratio). Berdasarkan kedua indikator tersebut, posisi Indonesia dinilai masih sangat aman.

Ia mencontohkan, bahkan dengan standar internasional paling ketat yang digunakan dalam Maastricht Treaty, batas aman deficit to GDP ratio ditetapkan sebesar 3 persen dan debt to GDP ratio maksimal 60 persen. Sementara itu, posisi Indonesia berada jauh di bawah ambang batas tersebut.

Deficit-nya di bawah 3 persen. Debt to GDP ratio-nya? Di bawah 40 persen. Jadi dengan standar internasional yang paling ketat pun, kita masih mudah,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya membandingkan posisi Indonesia dengan sejumlah negara maju yang memiliki tingkat utang jauh lebih tinggi. Menurutnya, posisi Indonesia masih dalam kategori aman.

“Lihat negara-negara Eropa, semua mendekati 100 persen sekarang. Amerika ada 100 persen debt to GDP ratio-nya. Jepang 275 persen. Singapura ada 100 persen ya, gede banget. Jadi dari ukuran itu harusnya saya aman,” tegasnya.

Ia pun meminta masyarakat agar tidak panik terhadap kondisi utang saat ini. Pemerintah, kata Purbaya, berkomitmen menjaga defisit anggaran tetap terkendali di bawah 3 persen, baik tahun ini maupun pada tahun-tahun mendatang.

“Jadi Ibu nggak usah terlalu panik. Kita ajarin masyarakat bahwa kita aman dan saya nggak akan tembus 3 persen deficit to GDP ratio anytime soon. Saya akan jaga terus tahun ini, tahun depan, tahun depan,” ujar Purbaya.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan fiskal sesuai kondisi pertumbuhan ekonomi nasional. Jika ekonomi tumbuh lebih kuat, pemerintah akan meninjau kembali strategi fiskal, termasuk kemungkinan untuk menyesuaikan pajak atau menambah pembiayaan guna mempercepat pertumbuhan.

“Nanti kalau tumbuh kita udah 7 persen, misalnya 7 persen, kita pertimbangkan perlu enggak kita kurangin pajak atau perlu enggak kita kurangin debt-nya, atau perlu enggak kita tambahin debt-nya untuk nembus 8 persen. Tapi kan hitungannya clear di atas kertas. Kalau sudah 7 persen, saya naikin sedikit, orang juga happy,” pungkasnya.

Leave a Reply

Exit mobile version