Menu
in ,

Resmi “Spin-Off”, InfraNexia Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Infrastruktur Digital Telkom

Foto: Telkom

Resmi “Spin-Off”, InfraNexia Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Infrastruktur Digital Telkom

Pajak.com, Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom bersama operating company Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) resmi menandatangani akta pemisahan (deed of spin-off) sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity. Dengan peresmian ini InfraNexia menjadi mesin pertumbuhan baru infrastruktur Telkom.

Aksi korporasi tersebut merupakan tindak lanjut dari persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2025. Penandatanganan akta pemisahan dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama, yang disaksikan oleh Managing Director Business II Danantara Setyanto Hantoro dan Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng di Jakarta.

Dian menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi transformasi Telkom dalam mengoptimalkan monetisasi aset strategis untuk mempercepat penciptaan nilai.

“Pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan fokus bisnis, efisiensi operasional, dan nilai tambah dari aset infrastruktur fiber TelkomGroup,” jelasnya dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (21/12/25).

Dian optimistis, InfraNexia akan mempercepat Telkom untuk melakukan penetrasi jaringan, meningkatkan tata kelola wholesale business model, dan membuka peluang kemitraan strategis yang mendukung pemerataan konektivitas digital nasional secara lebih efisien.

Menurutnya, pendekatan yang diadopsi Telkom ini sejalan dengan praktik terbaik di industri secara global, seperti seperti Telstra (Australia), Telecom Italia (TIM), Telefonica (Spanyol), O2 (Inggris) dan CETIN (Czech Republic).

“Perusahaan internasional ini sukses meningkatkan efisiensi dan valuasi serta potensi kemitraan strategis melalui pembentukan entitas pengelola bisnis infrastruktur jaringan secara terpisah,” ungkap Dian.

Hadirnya InfraNexia juga merupakan wujud dari komitmen Telkom dalam mendukung arah transformasi dan amanah dari Danantara serta Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) untuk mempercepat pemerataan akses digital, meningkatkan penetrasi fixed broadband, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Ketut memastikan bahwa InfraNexia akan menyediakan layanan fiber connectivity bagi segmen wholesale dan tersedianya konektivitas berkualitas tinggi secara luas. Model operasi InfraNexia dirancang memberikan layanan wholesale yang transparan, adil, dan terbuka bagi seluruh industri.

“Kehadiran InfraNexia sebagai entitas yang mengonsolidasikan infrastruktur fiber akan mendorong terciptanya ekosistem telekomunikasi yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif. Pemisahan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk memungkinkan lebih banyak pelaku industri merasakan manfaat langsung dari layanan yang lebih kompetitif dan efisien,” jelas Ketut.

Leave a Reply

Exit mobile version