Purbaya Raker dengan DPR RI, Bahas Kondisi Perekonomian Indonesia Kuartal III-2025
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa memaparkan perkembangan perekonomian Indonesia pada kuartal III-2025 dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Jakarta.
Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,04 persen. Menurutnya, perbaikan ekonomi kuartal III tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang saling mendukung serta respons positif sektor usaha.
Pemerintah, kata Purbaya, turut memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi dunia industri dan rumah tangga melalui kebijakan stimulus yang dijalankan secara terukur sepanjang 2025.
Dorongan besar terhadap perekonomian juga datang dari kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan. Pada September 2025, pemerintah menempatkan Rp200 triliun di sistem perbankan, kemudian menambah Rp76 triliun untuk memperkuat likuiditas.
Menurut Purbaya, masuknya dana besar ini memberi ruang bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga pinjaman serta mempercepat proses transmisi kebijakan moneter ke sektor riil. Hasilnya, aktivitas konsumsi dan investasi mulai bergerak lebih cepat, mendukung terjadinya pembalikan arah ekonomi pada paruh akhir 2025.
“Artinya atas dukungan Komisi XI dan restu Bapak Presiden untuk menaruh uang 200 triliun dan me-manage keuangan kita lebih baik, itu saja sudah bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi dan membalik arah ekonomi kita,” kata Purbaya, dikutip Pajak.com pada Kamis (27/11/25).
Ia menyampaikan bahwa langkah tersebut menciptakan momentum pertumbuhan baru dan meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Purbaya menambahkan bahwa kunci ke depan adalah menjaga momentum perbaikan tersebut agar dapat mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa peningkatan penjualan ritel menunjukkan daya beli masyarakat mulai pulih, sementara penjualan kendaraan bermotor bergerak naik, menandakan kepercayaan konsumen yang menguat terhadap prospek ekonomi. Tren ini sejalan dengan kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), yang pada Oktober hingga November 2025 tercatat melonjak signifikan dan menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Perbaikan juga tampak nyata di sektor manufaktur. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia mencapai 51,2 pada Oktober 2025, menandakan fase ekspansi setelah beberapa bulan berada dalam tekanan.
PMI di atas 50 menunjukkan aktivitas pabrik yang meningkat, mulai dari kenaikan pesanan baru, output produksi, hingga membaiknya permintaan domestik. Sektor ini dinilai kembali menjadi motor pertumbuhan yang dapat membawa ekonomi nasional ke jalur pemulihan yang lebih merata pada tahun-tahun mendatang.
Secara keseluruhan, kata Purbaya, perekonomian Indonesia memasuki fase pemulihan yang semakin kokoh. Kombinasi antara perbaikan fundamental, kepercayaan masyarakat yang meningkat, serta strategi pemerintah dalam menjaga likuiditas dan stabilitas menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan yang lebih kuat pada 2026. Pemerintah berharap momentum ini tetap terjaga agar iklim ekonomi yang stabil dan sehat dapat terus berlanjut dalam jangka panjang.

