Pertamina Kilang Internasional Sabet Penghargaan BUMN Awards 2025 Kategori Keunggulan dalam Operasional Kilang
Pajak.com, Jakarta – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) meraih penghargaan BUMN Awards 2025 kategori Keunggulan dalam Operasional Kilang. Penghargaan tersebut diberikan oleh InvestorTrust.id di Jakarta pada Kamis (31/7/25), sebagai bentuk apresiasi atas peran KPI dalam memperkuat rantai pasok energi nasional melalui pengelolaan kilang yang efisien, inovatif, dan berkelanjutan.
Pengelolaan kilang menjadi titik krusial dalam mata rantai industri energi. Di bawah naungan Holding Pertamina, KPI memegang kendali atas seluruh operasional pengolahan minyak mentah di Indonesia. Namun, peran kilang tidak berhenti di situ.
“Kilang merupakan jantung operasional KPI Grup, yang berperan penting dalam mengubah sumber daya alam menjadi energi dan produk bernilai tinggi,” ujar Pjs. Corporate Secretary KPI Milla Suciyani dalam keterangan resminya, yang dikutip Pajak.com pada Senin (4/8/25).
Untuk mencapai keunggulan operasional, KPI menerapkan enam pilar strategi yakni efisiensi energi, reduksi emisi, digitalisasi proses, efisiensi sumber daya, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), serta keamanan dan pencegahan kerugian. Pendekatan ini terbukti berhasil. Pada semester I-2025, KPI mencatatkan realisasi program dekarbonisasi hingga 205 ribu ton CO2 ekuivalen, melampaui target reduksi kumulatif sebesar 157 ribu ton CO2 ekuivalen per Juni 2025.
“Dalam menjalankan bisnis, KPI memberikan perhatian khusus pada aspek lingkungan. Kami mengelola kilang agar bisa memberikan hasil yang maksimal dan di saat yang sama juga memberikan kontribusi pada kelestarian lingkungan,” ujar Milla.
Selain fokus pada efisiensi dan keberlanjutan, KPI terus berinovasi untuk mendorong transformasi energi. Salah satu proyek unggulan yang sedang dipacu adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan. Proyek strategis nasional ini akan mengubah Kilang Balikpapan menjadi kilang terbesar milik Pertamina, dengan peningkatan kapasitas produksi dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari.
Menurut Milla, RDMP bukan sekadar proyek pengembangan kilang, tetapi merupakan langkah besar menuju kemandirian energi nasional. “RDMP Balikpapan bukan sekadar proyek kilang, namun sebuah lompatan besar menuju masa depan energi Indonesia,” tegasnya.
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi masa depan, KPI juga tengah melakukan uji coba produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari bahan minyak jelantah. Bahan bakar ramah lingkungan ini ditargetkan rampung secara komersial pada 2027–2028, sebagai bagian dari upaya transisi energi dari bahan bakar fosil ke sumber nabati.
“Ujicoba produksi SAF tentunya menjadi tonggak pencapaian yang sangat membanggakan, tidak hanya untuk Pertamina, tapi juga untuk bangsa Indonesia,” pungkasnya.

