Menu
in ,

Perdana! Pertamina Pasok LPG ke Bener Meriah Pakai Helikopter

Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga

Perdana! Pertamina Pasok LPG ke Bener Meriah Pakai Helikopter

Pajak.com, Jakarta  Pertamina Patra Niaga mengirim LPG ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh dengan memanfaatkan helikopter. Pengiriman dilakukan menggunakan teknik sling load, yakni pengangkutan tabung LPG dengan cara digantung menggunakan kabel pengaman, setelah sejumlah jalur darat utama terputus akibat bencana. Metode ini digunakan Pertamina untuk kali pertama dalam distribusi LPG ke wilayah terdampak. Proses pengiriman perdana tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra.

Mars Ega menjelaskan, ketersediaan LPG menjadi krusial untuk menjaga operasional dapur umum dan posko pengungsian. Penyaluran LPG diprioritaskan agar aktivitas memasak bagi para pengungsi tetap berjalan di tengah keterbatasan akses logistik.

“Kami memastikan LPG dapat sampai ke masyarakat secepat dan seaman mungkin, termasuk dengan memanfaatkan helikopter ketika jalur darat tidak dapat dilalui,” katanya, dikutip Pajak.com, Senin (15/12/2025).

Mars Ega mengemukakan, pengiriman ini juga merupakan bentuk kolaborasi erat dengan BNPB, TNI, Polri dan seluruh unsur terkait bersama perwira Pertamina. Adapun, pengiriman pasokan LPG ini menggunakan helikopter Sikorsky S-61A yang lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.

Tepat satu jam kemudian, helikopter tiba di Bandara Malikussaleh dan langsung mengangkat paket pertama tanpa mendarat, demi mempercepat waktu tempuh menuju Bandara Rembele, Bener Meriah.

“Di lapangan, kami tidak bekerja sendiri. Upaya mempercepat distribusi LPG ke Bener Meriah ini bisa terjadi karena gotong royong dan koordinasi yang kuat, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ujar Mars Ega.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengemukakan, pengiriman perdana dilakukan dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, menuju Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah. Sebanyak 72 tabung Bright Gas 12 kilogram dikirim dalam tiga paket, masing-masing berisi 24 tabung.

Roberth memastikan, penggunaan metode sling load dilakukan setelah melalui analisis keselamatan bersama BNPB serta tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina, termasuk pengaturan ketinggian terbang helikopter, panjang kabel pengaman, hingga prosedur bongkar muat di lokasi tujuan.

“Setiap pengiriman tabung LPG disusun tegak atau vertikal dengan valve menghadap ke atas, dan di atas palet yang dilengkapi cargo net agar stabil saat handling dan landing. Pengiriman dengan metode sling load ini telah kami koordinasikan dan dianalisa oleh BNPB dan HSSE Pertamina tingkat keamanannya,” jelas Roberth.

Distribusi melalui udara dipilih karena akses darat menuju Bener Meriah belum dapat dilalui. Roberth bilang, jalur Lhokseumawe–Bener Meriah serta jembatan penghubung Bireuen–Lhokseumawe mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor. Kondisi ini membuat distribusi LPG tidak bisa lagi mengandalkan rute reguler, padahal wilayah Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bireuen selama ini menerima pasokan rutin dari Integrated Terminal Lhokseumawe.

Selain jalur udara, lanjut Roberth, Pertamina Patra Niaga juga mengalihkan distribusi LPG untuk wilayah Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bireuen melalui jalur laut. Skema ini dilakukan dengan mengangkut skid tank LPG menggunakan kapal Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) dari Integrated Terminal Lhokseumawe menuju Fuel Terminal Krueng Raya, Banda Aceh.

Dari titik tersebut, LPG kemudian disalurkan kembali melalui jalur darat yang masih dapat diakses. Di wilayah Bireuen, distribusi bahkan harus dilakukan dengan cara menyeberangkan LPG menggunakan tali baja karena akses jembatan belum tersambung.

Roberth mengatakan, pengiriman LPG melalui jalur laut telah tiba di Banda Aceh dan saat ini disalurkan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan. Untuk memperkuat pasokan, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan tambahan armada skid tank LPG dari Dumai, Palembang, Batam, dan Jawa yang dijadwalkan mulai tiba di Aceh pada 20 Desember 2025.

Hingga saat ini, total 983 tabung LPG telah disalurkan untuk mendukung kebutuhan dapur umum dan masyarakat terdampak di sejumlah kabupaten, termasuk Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Gayo Lues.

“Ini merupakan alternatif terbaik yang dapat kami lakukan saat ini, meskipun distribusi masih dilakukan secara bertahap dan memerlukan pengaturan lanjutan, karena belum sepenuhnya sesuai dengan tingkat permintaan,” imbuh Roberth.

Di tengah keterbatasan akses distribusi tersebut, Roberth mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian LPG secara berlebihan atau panic buying. Ia memastikan, upaya distribusi terus berjalan, meski dilakukan melalui skema darurat.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Distribusi terus kami lakukan agar kebutuhan LPG tetap terpenuhi,” tutupnya.

Leave a Reply

Exit mobile version