Pemerintah Perkuat Distribusi Pangan untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Pascabencana
Pajak.com, Bandung – Pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana dengan memperkuat distribusi dan rantai pasok komoditas pangan guna menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi PT Pos Indonesia dengan Rumah Tani Nusantara untuk memastikan penyaluran komoditas pangan dari sentra produksi ke wilayah terdampak berjalan cepat, merata, dan efisien.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menegaskan bahwa setelah fase tanggap darurat berakhir, aktivitas ekonomi harus segera kembali bergerak. Pemerintah memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memulihkan roda perekonomian masyarakat terdampak bencana.
“Secara kemanusiaan kita sangat empati, setelah tanggap darurat selesai aktivitas ekonomi harus tetap jalan. Untuk mendorong aktivitas ekonomi jalan kembali, kami dari Kemenko Perekonomian sangat menyambut baik kerja sama ini,” ujar Ferry dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT Pos Indonesia (Persero) dengan Rumah Tani Nusantara tentang Layanan Jasa Pengiriman Komoditas Pertanian di Bandung, dikutip Pajak.com pada Rabu (7/1/26).
Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah, khususnya Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, telah mengganggu produksi dan distribusi pangan. Dampak tersebut memicu keterbatasan pasokan, peningkatan biaya logistik, serta berpotensi menimbulkan tekanan inflasi pangan. Dalam kondisi ini, penguatan distribusi dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Sebagai bagian dari percepatan pemulihan ekonomi di daerah terdampak, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan. Di antaranya perlakuan khusus penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui pemberian grace period, restrukturisasi kredit, relaksasi persyaratan agunan tambahan, kemudahan administratif, kebijakan klaim penjaminan atau pertanggungan, percepatan penyaluran baru KUR, serta keringanan suku bunga atau marjin KUR.
Selain dukungan pembiayaan, pemerintah juga melakukan perbaikan infrastruktur dan akses jalan untuk mengamankan jalur distribusi. Langkah lain mencakup pemanfaatan dan penguatan cadangan pangan pemerintah (buffer stock), penyaluran bantuan sosial pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta bantuan pemulihan produksi pertanian berupa benih, pupuk, alat pertanian, dan rehabilitasi lahan.
Menurut Ferry, penguatan distribusi pangan pascabencana memerlukan sinergi lintas sektor. Pemerintah mendorong keterlibatan aktif badan usaha milik negara di bidang logistik untuk bekerja sama dengan mitra usaha dan komunitas petani agar rantai pasok tetap berjalan optimal, biaya logistik terkendali, dan harga pangan terjaga stabil.
“Penguatan distribusi pangan pascabencana tidak dapat dilakukan secara sektoral. Pemerintah mendorong peran aktif BUMN logistik untuk bekerja sama dengan mitra usaha dan komunitas petani agar rantai pasok tetap berjalan, biaya logistik terkendali, dan harga pangan stabil,” jelas Ferry.
Melalui kerja sama ini, PT Pos Indonesia mengoptimalkan jaringan logistik nasional serta layanan last mile hingga ke wilayah pedesaan dan daerah yang sulit dijangkau. Di sisi lain, Rumah Tani Nusantara berperan sebagai mitra petani dalam pendampingan budidaya, penyerapan hasil panen, serta kerja sama pemasaran komoditas dengan pelaku usaha di berbagai wilayah.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan komoditas dan keberlanjutan pasokan dari hulu hingga hilir.
Pemerintah menilai model kolaborasi ini berpotensi menekan volatilitas harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi secara berkelanjutan. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong penerapan kerja sama serupa dengan BUMN logistik di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan sistem logistik nasional.
Integrasi data distribusi, pemantauan pasokan dan harga, serta koordinasi lintas sektor juga akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas pasokan dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah pascabencana. Ferry berharap upaya yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi.
“Apa yang sudah kita lakukan semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kita harapkan aktivitas ekonomi dapat berjalan kembali,” pungkas Ferry.

