Pegadaian Luncurkan “Super Apps” Tring!, Targetkan 4 Juta Pengguna Akhir Tahun
Pajak.com, Jakarta — PT Pegadaian resmi meluncurkan super apps Tring! by Pegadaian sebagai bagian dari percepatan transformasi digital perusahaan pelat merah ini. Aplikasi ini dirancang untuk menyatukan seluruh layanan keuangan Pegadaian—mulai dari gadai, investasi emas, hingga pembiayaan—dalam satu ekosistem digital terintegrasi yang mudah diakses masyarakat.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan, aplikasi ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan solusi keuangan yang cepat, aman, dan mudah.
“Melalui Tring!, Pegadaian ingin memberikan kendali penuh atas layanan keuangan dan investasi kepada nasabah, cukup melalui satu aplikasi di genggaman tangan,” kata Damar di acara peluncuran aplikasi tersebut, di Gade Tower, Jakarta, dikutip Pajak.com, Kamis (9/10/2025).
Menurut Damar, keunggulan utama aplikasi ini terletak pada integrasi penuh layanan berbasis emas. Di dalam aplikasi tersebut tersedia fitur Tabungan Emas, Cicil Emas Batangan, Cicil Tabungan Emas, Gadai Tabungan Emas, hingga layanan jual-beli emas secara daring. Selain itu, nasabah juga dapat memanfaatkan fitur Deposito Emas untuk mengoptimalkan imbal hasil aset yang dimiliki.
Ia juga menegaskan, Pegadaian menempatkan keamanan sebagai prioritas utama. Pegadaian, katanya, menerapkan sistem 1:1 dalam transaksi emas—setiap gram emas yang dibeli nasabah memiliki cadangan fisik yang telah disiapkan.
“Aplikasi Tring! memastikan keamanan data nasabah terlindungi, dan setiap aset emas yang dimiliki dijamin secara fisik dengan standar penyimpanan terbaik,” katanya.
Sejak soft launching dua pekan lalu, aplikasi ini telah digunakan sekitar 450 ribu nasabah, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,5 triliun. Damar optimistis aplikasi ini akan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis Pegadaian.
“Seluruh transaksi berbasis emas di Pegadaian tumbuh rata-rata 27 persen per tahun, sementara pertumbuhan transaksi bulanan berada di kisaran 2–4 persen. Kami menargetkan pertumbuhan hingga 37 persen di akhir tahun, dan berharap Tring! dapat digunakan oleh empat juta nasabah hingga Desember,” jelasnya.
Damar menambahkan, Tring! tidak hanya memudahkan nasabah dalam bertransaksi, tetapi juga memperkuat posisi Pegadaian dalam ekosistem keuangan digital nasional.
“Kami ingin seluruh layanan Pegadaian bisa diakses tanpa harus datang ke outlet. Transformasi ini bagian dari strategi kami untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi layanan,” tuturnya.
Dukungan terhadap aplikasi ini juga datang dari Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sekaligus CEO BRI Group Hery Gunardi yang menilai aplikasi ini akan menjadi jembatan antara Pegadaian dan masyarakat yang semakin digital.
“Aplikasi ini dirancang sederhana agar mudah digunakan siapa pun. Dengan fitur yang tidak berlebihan, masyarakat dapat dengan cepat beradaptasi untuk jual-beli maupun deposito emas,” ujarnya.
Hery mengungkapkan, BRI melalui tim teknologi informasinya turut membantu meninjau arsitektur keamanan aplikasi untuk memastikan perlindungan data nasabah. Ia juga menyoroti potensi besar ekosistem emas di kawasan ASEAN, di mana investasi emas menjadi pilihan utama masyarakat.
“Di Indonesia, hampir 50 persen masyarakat memilih emas sebagai bentuk investasi. Karena itu, sinergi antara BRI dan Pegadaian melalui Tring! menjadi langkah penting untuk memperluas akses investasi emas,” kata Hery.
Lebih jauh, Hery menyebut tiga entitas dalam Holding Ultra Mikro—BRI, Pegadaian, dan PNM—saling mendukung untuk memperluas jangkauan layanan digital. “Tring! telah terkoneksi dengan aplikasi BRImo yang memiliki 42 juta pengguna aktif. Dengan target empat juta pengguna Tring! di akhir tahun, potensi ekspansi ekosistem emas Pegadaian akan semakin besar ke depan,” ujarnya.

