Menko Airlangga Klaim Ekonomi Indonesia Solid, ke-3 Terbesar di Negara G20
Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di tengah dinamika global. Ia menyebut, posisi ekonomi Indonesia berada di peringkat ke-3 terbesar di antara negara anggota Group of Twenty (G20).
“Indonesia ekonomi masih solid di antara G20 kita nomor tiga,” ujar Airlangga kepada awak media, dikutip Pajak.com pada Kamis (6/11/25).
Airlangga menjelaskan, pemerintah terus menjaga daya tahan ekonomi melalui penguatan konsumsi rumah tangga, termasuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mendorong PMTB, pemerintah menyiapkan strategi lewat dukungan pembiayaan sektor perumahan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“PMTB kan salah satu kita juga mendorong KUR perumahan. KUR perumahan itu besarnya Rp130 triliun dan yang untuk supply side itu diberikan Rp117 triliun. Dan dari Rp117 triliun itu kan plafonnya bisa sampai Rp20 miliar. Nah jadi dorongan dari sektor perumahan itu akan mendorong PMTB,” jelasnya.
Selain itu, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah memperkuat stimulus ekonomi guna menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal IV-2025. Ia menjelaskan bahwa besaran stimulus tambahan mencapai Rp30 triliun, sementara KUR masih tersedia sebesar Rp50 triliun yang akan terus dioptimalkan untuk mendorong perekonomian.
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah menandatangani akad KUR untuk sekitar 800 ribu debitur dengan rata-rata pinjaman sebesar Rp50 juta per orang, sehingga total pembiayaan yang tersalurkan mencapai Rp40 triliun. Ia menilai, penyaluran tersebut sejalan dengan rencana pemerintah untuk menggelontorkan Rp50 triliun, dan apabila seluruhnya terealisasi, maka sektor terkait diyakini akan bergerak lebih dinamis.
Airlangga optimistis kinerja ekonomi nasional akan meningkat pada kuartal IV-2025 dan membawa pertumbuhan tahunan mendekati target. “On track, kita optimistis kuartal IV-2025 bisa naik. Hitung aja rata-rata berapa untuk mencapai 5,2 persen,”tambahnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 tercatat sebesar 4,87 persen, kuartal II-2025 sebesar 5,12 persen, dan kuartal III-2025 sebesar 5,04 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud menjelaskan bahwa dari sisi pengeluaran, seluruh komponen ekonomi mengalami pertumbuhan positif pada kuartal III-2025. Di antara komponen tersebut, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), yaitu 53,14 persen.
Selain konsumsi rumah tangga, PMTB juga menjadi pilar penting dengan kontribusi sebesar 29,09 persen terhadap PDB. Dengan demikian, sekitar 82,23 persen struktur ekonomi nasional pada kuartal III-2025 ditopang oleh dua komponen utama tersebut.
Adapun pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 sedikit melambat dibandingkan kuartal II-2025 yang tumbuh 5,12 persen. Namun, capaian ini tetap lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,95 persen.

