Menko Airlangga: IEU-CEPA Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Daya Saing dan Akses Pasar Global
Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah terus memperkuat posisinya di tengah ketidakpastian ekonomi global dengan membuka peluang kerja sama strategis bersama mitra internasional. Salah satu langkah penting yang diambil adalah penyelesaian Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Menurut Airlangga, kesepakatan IEU-CEPA merupakan sebuah kesepakatan komprehensif yang diharapkan dapat menjadi tonggak baru dalam meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar global bagi produk nasional.
Airlangga menegaskan bahwa meskipun kondisi perekonomian dunia masih dipenuhi ketidakpastian yang berdampak pada perdagangan, rantai pasok, dan investasi global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Capaian pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, tingkat inflasi yang terkendali, serta keseimbangan eksternal yang terus mencatatkan surplus menjadi bukti solidnya fundamental ekonomi nasional.
“Uni Eropa sudah menjadi salah satu dari lima mitra dagang terbesar Indonesia dengan surplus perdagangan sekitar 4,5 miliar dolar Amerika Serikat [AS] pada tahun 2025. Kesepakatan substansial IEU-CEPA yang diumumkan beberapa bulan lalu di Bali pada tanggal 23 September, mendanai berbagai bidang seperti perdagangan, investasi, kekayaan intelektual, pembangunan berkelanjutan, kerja sama UKM, serta peningkatan ekosistem digital dan kemitraan digital,” ungkap Airlangga dalam keterangan resminya, dikutip Pajak.com pada Kamis (6/11/25).
Melalui kesepakatan ini, Indonesia diproyeksikan dapat meningkatkan ekspor hingga 58 persen. Selama dua dekade terakhir, perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa tumbuh secara konsisten dengan neraca perdagangan yang terus menunjukkan surplus bagi Indonesia
Dengan adanya IEU-CEPA, diharapkan hubungan ekonomi kedua pihak semakin erat, volume perdagangan meningkat, serta terbuka lebih banyak peluang bagi produk nasional untuk menembus pasar Eropa.
Selain memperluas akses pasar, IEU-CEPA juga berfokus pada peningkatan investasi, nilai tambah, dan daya saing industri. Kesepakatan ini mencakup kejelasan regulasi, akses pasar yang lebih luas, serta komitmen terhadap isu keberlanjutan.
Investor dari Uni Eropa diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung pengembangan industri hilir dan transisi hijau di Indonesia, termasuk dalam pemanfaatan mineral kritis yang menjadi bagian penting dari rantai pasok global.
Penyelesaian kesepakatan IEU-CEPA menandai pergeseran peran Uni Eropa dari sekadar mitra dagang menjadi mitra investasi strategis bagi Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan industri bernilai tambah tinggi, mendorong penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat proses industrialisasi nasional.
Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah adanya pengaturan dan pengakuan bersama terhadap sertifikasi halal, yang memungkinkan produk halal asal Uni Eropa memperoleh akses langsung ke pasar Indonesia.
Di sisi lain, perjanjian ini juga membuka peluang besar bagi berbagai produk unggulan Indonesia yang telah dikenal luas di pasar Eropa, seperti kopi, kakao, karet, minyak sawit, furnitur, dan produk elektronik, untuk menikmati fasilitas bea masuk nol persen.
Sebaliknya, impor produk dari Uni Eropa seperti obat-obatan, mesin industri, peralatan mekanis, dan elektronik akan turut memperkuat pasokan barang modal di dalam negeri. Keterbukaan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kapasitas industri nasional serta memperdalam integrasi ekonomi Indonesia dalam rantai pasok global.
Untuk memastikan manfaat IEU-CEPA dapat dirasakan secara optimal, pemerintah akan memperkuat kesiapan domestik dan memperkuat koordinasi kebijakan antarinstansi.
Langkah konkret yang dilakukan antara lain pembentukan satuan tugas khusus untuk mengatasi hambatan perdagangan dan investasi, serta mempercepat reformasi layanan investasi melalui sistem Online Single Submission (OSS). Dengan perbaikan ini, iklim investasi diharapkan semakin efisien, transparan, dan ramah bagi dunia usaha.
Airlangga menekankan bahwa keberhasilan implementasi IEU-CEPA memerlukan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, komunitas bisnis, maupun lembaga riset.
“Momentum penyelesaian IEU-CEPA harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk memperdalam kerja sama ekonomi dengan kolaborasi erat antara pemerintah, komunitas bisnis, dan lembaga penelitian bagi para pemangku kepentingan seperti CSIS. Oleh karena itu, saya senang berada di sini untuk menyampaikan pesan bahwa pemerintah terbuka untuk bisnis dan pemerintah terbuka untuk saran apapun,” pungkasnya.

