Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Dewan Pengurus Gates Foundation
Pajak.com, Jakarta – Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati resmi ditunjuk sebagai anggota dewan pengurus (governing board) Gates Foundation. Penunjukan ini menandai babak baru peran Sri Mulyani di panggung global, seiring komitmen yayasan filantropi tersebut dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan dunia.
Yayasan Gates mengumumkan pengangkatan Sri Mulyani yang dikenal sebagai salah satu mantan Menkeu dengan masa jabatan terlama di Indonesia sekaligus Menkeu perempuan pertama. Selain itu, Sri Mulyani juga memiliki rekam jejak internasional sebagai mantan Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia. Gates Foundation sendiri dibentuk pada 2022 untuk memperkuat tata kelola dan misi jangka panjang yayasan.
Sebagai ekonom yang dihormati secara global, Sri Mulyani dinilai memiliki pengalaman panjang dalam memimpin reformasi besar di lembaga keuangan serta mengadvokasi kebijakan yang mendorong ketahanan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pengalaman tersebut dianggap memberikan perspektif penting bagi arah kebijakan dan tata kelola Gates Foundation.
“Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang berkeadilan, keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan,” ujar CEO Gates Foundation Mark Suzman dalam laman resminya, dikutip Pajak.com pada Selasa (13/1/26).
Mark Suzman menilai kepemimpinan Sri Mulyani akan berperan penting dalam memastikan sumber daya yayasan dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai belahan dunia.
Sri Mulyani bergabung dengan dewan pengurus pada momentum penting bagi Gates Foundation. Tahun lalu, Ketua Yayasan Bill Gates menyampaikan komitmen bersejarah untuk menghabiskan dana abadi yayasan dalam dua dekade ke depan.
Fokus utama diarahkan pada tiga tujuan besar, yakni mengakhiri kematian ibu dan bayi yang dapat dicegah, memastikan generasi mendatang terbebas dari penyakit menular mematikan, serta mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju kesejahteraan.
Menanggapi penunjukan tersebut, Sri Mulyani menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi di tengah tantangan global yang kompleks. Ia memandang peran barunya sebagai peluang strategis untuk memperluas dampak kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan waktu 20 tahun untuk memberikan dampak sebesar-besarnya bagi kehidupan mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat dapat bergabung dengan dewan Gates Foundation dan berkontribusi pada momen krusial yang sarat tantangan sekaligus peluang ini,” ujar Sri Mulyani.
Ia menambahkan bahwa kolaborasinya dengan Gates Foundation sebenarnya telah dimulai hampir satu dekade lalu. Kerja sama tersebut dilakukan melalui berbagai upaya untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi yang berkembang dalam memperluas kesempatan dan mendorong pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.
“Saya sangat termotivasi untuk menghadirkan pengalaman saya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola yang baik guna mendukung upaya-upaya penting ini dalam menyelamatkan nyawa dan meningkatkan penghidupan masyarakat,” lanjut Sri Mulyani.
Dalam struktur dewan pengurus, Sri Mulyani akan bekerja bersama sejumlah tokoh global lainnya, yaitu Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman, dan Bill Gates. Sementara itu, Baroness Nemat (Minouche) Shafik saat ini tengah menjalani cuti sementara seiring pelaksanaan tugasnya sebagai penasihat ekonomi utama Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer.

