Menu
in ,

Menko Airlangga: Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp574 Triliun

Menko Airlangga: Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp574 Triliun

Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan berhasil menambah komitmen investasi hingga Rp574 triliun. Hal ini dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.

Kunjungan kerja Prabowo ke Korea Selatan menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral, khususnya dalam peningkatan investasi. Dalam agenda tersebut, tercapai sejumlah kesepakatan konkret berupa penandatanganan berbagai Memorandum of Understanding (MoU) antar pelaku usaha dengan total nilai sebesar 10,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp173 triliun.

Airlangga menjelaskan bahwa capaian investasi dari Korea Selatan tersebut melengkapi hasil kunjungan Prabowo ke Jepang sebelumnya, yang menghasilkan komitmen investasi sebesar 23,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp401 triliun.

“Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor baik dari Jepang maupun Korea. Jepang sendiri merupakan peringkat ketiga dari investasi dan perdagangan, Korea di peringkat ketujuh, dan ke depan keduanya sangat berharap bahwa dengan Indonesia mempunyai sovereign wealth fund, maka Indonesia juga bisa menjadi co-invest,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya, dikutip Pajak.com pada Senin (6/4/2026).

Adapun, kerja sama investasi Indonesia dengan Korea Selatan mencakup berbagai sektor strategis yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor tersebut meliputi energi dan transisi hijau (green transition), pengembangan tenaga surya (solar power), teknologi carbon capture and storage (CCS), serta energi terbarukan (renewable energy).

Selain itu, kolaborasi juga diperluas ke sektor industri dan manufaktur seperti baja, baterai, hingga transportasi ramah lingkungan. Tak hanya itu, penguatan investasi juga menyasar sektor ekonomi digital dan pengembangan artificial intelligence (AI) guna meningkatkan daya saing industri nasional di era transformasi digital. Langkah ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Di sisi lain, kerja sama investasi dengan Korea Selatan juga mencakup sektor properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan kawasan Bumi Serpong Damai. Selain itu, kemitraan bisnis diperkuat melalui kolaborasi antara Kamar Dagang dan industri (Kadin) Indonesia dan Korea Chamber of Commerce and Industry untuk mendorong realisasi investasi, khususnya dalam rantai pasok baterai dan manufaktur berbasis teknologi.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa keberlanjutan investasi dari POSCO serta minat investasi dari Lotte juga menjadi bagian penting dalam memperdalam hubungan ekonomi kedua negara. Peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi turut membuka ruang kerja sama yang lebih luas di masa depan.

Sementara itu, kerja sama investasi dengan Jepang juga mencakup sektor energi dan transisi energi, termasuk pengembangan minyak dan gas bumi dengan fokus pada Proyek Masela. Selain itu, penguatan sektor industri dan hilirisasi menjadi prioritas untuk meningkatkan nilai tambah domestik.

Menurut Airlangga, kolaborasi Indonesia dan Jepang juga diperluas ke sektor keuangan dan inklusi finansial melalui sinergi antara Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Pegadaian. Dukungan investasi kelembagaan melalui Japan External Trade Organization (JETRO) bersama Kadin Indonesia turut mendorong kemitraan bisnis yang lebih kuat.

Sektor industri kreatif dan manufaktur juga menjadi fokus dalam kerja sama tersebut sebagai upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk tidak hanya terfokus pada sektor konvensional, tetapi juga sektor masa depan yang berbasis inovasi.

“Hal ini artinya kunjungan Bapak Presiden ke kedua negara Jepang dan Korea Selatan ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun,” jelas Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan penyelesaian berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha. Upaya debottlenecking dilakukan secara sistematis agar realisasi investasi dapat berjalan optimal dan memberikan kepastian bagi investor.

Leave a Reply

Exit mobile version