Menu
in ,

BPS Catat Inflasi Februari Capai 0,68 Persen, Ini Biang Keroknya!

BPS Catat Inflasi Februari Capai 0,68 Persen, Ini Biang Keroknya!

Pajak.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara bulanan atau month to month/mtm mencapai 0,68 persen. Kenaikan harga ini terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi penyumbang terbesar inflasi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa kenaikan tersebut terlihat dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026.

“Pada bulan Februari tahun 2026 terjadi inflasi sebesar 0,68 persen secara bulanan,” jelas Ateng dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Senin  (2/3/2026).

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen dengan IHK 110,50. Inflasi tahunan tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Aceh sebesar 6,94 persen dengan IHK 113,96, sedangkan terendah di Papua Pegunungan sebesar 0,63 persen dengan IHK 115,90.

Di tingkat kabupaten/kota, inflasi yoy tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 8,44 persen dengan IHK 117,24 dan terendah di Kabupaten Jayawijaya sebesar 0,63 persen dengan IHK 115,90.

Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/ytd) hingga Februari 2026 sebesar 0,53 persen. Untuk komponen inti, inflasi yoy tercatat 2,63 persen, dengan inflasi bulanan 0,42 persen dan inflasi ytd sebesar 0,80 persen.

Ateng menegaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi Februari. “Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau,” jelasnya.

Ia menyebut, kelompok ini mengalami inflasi sebesar 1,54 persen dan memberikan andil inflasi 0,45 persen. Sejumlah komoditas menjadi pendorong utama, yakni daging ayam ras dengan andil 0,09 persen, cabai rawit 0,08 persen, ikan segar 0,05 persen, cabai merah 0,04 persen, serta tomat, beras, dan telur ayam ras masing-masing 0,02 persen.

Selain bahan pangan, komoditas lain yang turut menyumbang inflasi adalah emas perhiasan dengan andil 0,19 persen dan tarif angkutan udara sebesar 0,02 persen. Di sisi lain, terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi, yaitu bensin dengan andil deflasi 0,005 persen.

Secara bulanan, sebanyak 33 provinsi mengalami inflasi dan lima provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 1,04 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Papua Barat sebesar 0,65 persen.

Leave a Reply

Exit mobile version