Menu
in ,

Arus Balik Lebaran 2026 Meningkat, 4,1 Juta Tiket KAI Ludes

Arus Balik Lebaran 2026 Meningkat, 4,1 Juta Tiket KAI Ludes

Pajak.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) mencatat penjualan tiket arus balik Lebaran 2026 mencapai 4.195.627 tiket atau 93,3 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa lonjakan penjualan tiket pada arus balik Lebaran 2026 ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal setelah merayakan Idulfitri. Menurutnya, tren perjalanan terus meningkat sejak pertengahan Maret.

“Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik. Masyarakat memanfaatkan kereta api karena lebih nyaman dan terjadwal,” ujar Anne dalam keterangan resminya, dikutip Pajak.com pada Rabu (25/3/2026).

Anne menjelaskan bahwa pada masa arus balik Lebaran 2026 ini, penjualan tiket Kereta Api Jarak Jauh bahkan melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia. Tercatat sebanyak 3.616.273 tiket terjual atau 101,2 persen dari total 3.571.760 kursi. Sementara itu, tiket KA Lokal mencapai 579.354 tiket atau 62,5 persen dari total 926.936 tempat duduk.

Selama periode arus balik Lebaran dari 11 hingga 23 Maret 2026, KAI telah melayani total 2.820.174 pelanggan, terdiri dari 2.378.680 pelanggan KA Jarak Jauh dan 441.494 pelanggan KA Lokal di wilayah Jawa dan Sumatera. Angka ini menunjukkan tren peningkatan mobilitas masyarakat yang konsisten menjelang puncak arus balik Lebaran.

Peningkatan arus balik Lebaran 2026 terlihat dari okupansi harian KA Jarak Jauh yang terus menanjak. Pada 22 Maret tercatat 242.773 pelanggan dengan okupansi 150,7 persen, dan meningkat pada 23 Maret menjadi 246.987 pelanggan dengan okupansi 154,1 persen.

Secara rinci, tren pelanggan KA Jarak Jauh selama periode arus balik Lebaran 11 hingga 23 Maret 2026 terus bergerak naik, mulai dari 101.617 pelanggan pada 11 Maret hingga mencapai puncaknya di atas 240 ribu pelanggan pada 22 hingga 23 Maret, dengan tingkat okupansi yang melampaui 100 persen sejak pertengahan periode.

Memasuki 24 Maret 2026, arus balik Lebaran masih berlangsung tinggi. Hingga pagi hari, sebanyak 225.193 pelanggan KA Jarak Jauh telah dijadwalkan berangkat dengan tingkat okupansi sementara 137,8 persen, dan jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah.

Anne menjelaskan bahwa tingginya okupansi pada arus balik Lebaran, bahkan di atas 100 persen, dimungkinkan karena sistem perjalanan yang dinamis dalam satu rangkaian kereta.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia,” jelas Anne.

Leave a Reply

Exit mobile version