Menu
in ,

Kelas Menengah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tengah Tekanan Global 

Ekonomi Indonesia

FOTO: IST

Kelas Menengah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tengah Tekanan Global 

Pajak.com, Jakarta – Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, salah satu faktor yang mendukung keberhasilan ini adalah peningkatan daya beli kelas menengah, yang disebut sebagai motor penggerak utama ekonomi Indonesia.

Airlangga menegaskan bahwa, pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil mencapai angka 5 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang berkisar antara 3-3,5 persen.

“Kita semua mengetahui bahwa Indonesia bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di angka 5 persen relatif lebih tinggi dari global rata-rata,” ujar Airlangga dikutip Pajak.com pada Jumat (4/10).

Dengan pencapaian tersebut, Indonesia berhasil menjadi salah satu dari empat negara G20 dengan pertumbuhan ekonomi tercepat, apalagi mengingat Indonesia menjadi salah satu negara yang paling cepat pulih dari dampak pandemi COVID-19.

Adapun, saaf ini kelas menengah di Indonesia mencakup sekitar 63 persen dari total populasi, atau sekitar 185 juta orang. Untuk mendukung daya beli kelas menengah ini, pemerintah telah mengimplementasikan berbagai program, mulai dari subsidi energi hingga jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dirancang untuk membantu pengusaha kecil dan menengah.

Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperkuat ekonomi melalui hilirisasi sumber daya alam, seperti nikel, yang kini menjadikan Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia. Langkah ini tak hanya meningkatkan nilai ekspor Indonesia, tetapi juga mendukung ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai yang sedang berkembang.

Selain itu, upaya pembangunan infrastruktur selama 10 tahun terakhir, termasuk proyek jalan tol, bendungan, dan kawasan ekonomi khusus, telah berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional dan peningkatan produktivitas. “Pembangunan infrastruktur ini berperan penting dalam meningkatkan konektivitas dan daya saing ekonomi nasional,” tambah Airlangga.

Tidak hanya di dalam negeri, peran aktif Indonesia di kancah internasional, seperti saat memimpin G20 selama pandemi dan terlibat dalam perjanjian perdagangan bebas seperti Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Menko Airlangga optimistis bahwa Indonesia akan terus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi global. Pemerintah bertekad untuk melanjutkan program-program yang telah terbukti efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelas menengah yang menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi.

Leave a Reply

Exit mobile version