Indonesia–AS Perkuat Kerja Sama Strategis Perdagangan
Pajak.com, Jakarta – Pemerintahan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) semakin memperkuat hubungan ekonomi melalui serangkaian kerja sama strategis yang diarahkan untuk mengatasi tantangan perdagangan sekaligus membuka ruang investasi yang lebih besar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kemitraan dengan AS menjadi salah satu pilar penting dalam upaya meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap perekonomian nasional serta menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang lebih kompetitif di kawasan.
Dalam berbagai forum dengan mitra internasional, pemerintah terus menyoroti perlunya reformasi berkelanjutan, peningkatan kepastian kebijakan, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta. Airlangga menilai, persepsi mengenai kompleksitas berbisnis di Indonesia harus dijawab melalui perbaikan regulasi dan penguatan kerja sama global agar peluang pertumbuhan dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu mitra strategis tersebut adalah AS, yang memiliki kontribusi signifikan pada perdagangan dan investasi Indonesia.
“Amerika Serikat telah menjadi mitra strategis Indonesia dan Indonesia telah berupaya untuk mendapatkan dukungan AS terhadap lingkungan bisnis di Indonesia. Dan kami memahami bahwa di masa lalu sebagian besar investasi besar berasal dari industri ekstraktif dan akhir-akhir ini juga pada ekonomi digital yang dibutuhkan oleh Indonesia,” ungkap Airlangga dalam Investment Summit 2025 – Turning Headwinds into Opportunities: Unlocking Investment Potential to Power Indonesia’s Growth, dikutip Pajak.com pada Selasa (18/11/25).
Berdasarkan data nasional, ekspor Indonesia ke AS tercatat mencapai 26,4 miliar dolar AS, sedangkan impor berada di kisaran 12 miliar dolar AS. Selisih tersebut mengakibatkan defisit perdagangan sebesar 14 miliar dolar AS.
Sementara itu, data Pemerintah AS menunjukkan defisit perdagangan kedua negara mencapai dolar 18 miliar dolar AS. Untuk menyeimbangkan neraca perdagangan, Indonesia dan AS menyiapkan beberapa kesepakatan komersial strategis, antara lain rencana peningkatan impor energi dari AS senilai 15 miliar dolar AS dan pembelian produk pertanian sebesar 4,5 miliar dolar AS. Langkah ini dinilai mampu memperbaiki struktur perdagangan bilateral dalam jangka menengah.
Selain itu, Airlangga turut memaparkan perkembangan kerja sama proyek Carbon Capture and Storage (CCS) bersama Exxon. Indonesia berharap proyek CCS dapat segera direalisasikan sebagai wujud komitmen pengurangan emisi karbon dan penguatan agenda transisi energi.
Ia juga menyinggung peresmian proyek kilang di Cilegon senilai 4 miliar dolar AS oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menjadi tonggak penting dalam upaya hilirisasi industri nasional. Pemerintah menegaskan bahwa proses negosiasi kerja sama strategis lainnya dengan AS terus berlangsung dan diharapkan dapat segera mencapai kesepakatan final.
“Jadi saya pikir penting bagi Indonesia bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia masih dapat mengelola pertumbuhan 5 persen pada kuartal ketiga, dan sebenarnya Indonesia dalam 7 tahun terakhir pertumbuhan sebesar 5 persen,” ujar Airlangga.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga menyampaikan apresiasi atas pandangan positif berbagai pihak terkait program transformasi strategis Danantara serta proses aksesi Indonesia menuju keanggotaan OECD. Program Danantara diproyeksikan menjadi game changer karena mengubah model operasional perusahaan milik negara dari struktur berbasis birokrasi menjadi bagian dari sovereign wealth fund, sehingga dapat memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Airlangga juga menegaskan komitmen untuk terus melanjutkan agenda reformasi struktural, termasuk penyempurnaan kebijakan turunan Undang-Undang Cipta Kerja serta harmonisasi regulasi lainnya. Dalam proses aksesi OECD, Indonesia aktif menjalin komunikasi dengan Sekretaris Jenderal OECD dan negara-negara anggota. Dengan tingkat keselarasan nilai dan prinsip kebijakan OECD yang dinilai semakin kuat, Indonesia optimistis dapat mencapai status negara anggota pada 2027.

