Harga Beras di Indonesia Naik 2,71 Persen, di Grosiran Tembus Rp14.202 per Kg pada Juli 2025
Pajak.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras di seluruh level pasar pada Juli 2025, mulai dari penggilingan, grosir, hingga eceran. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan bahwa secara bulanan (month to month/mtm), harga beras di penggilingan naik 2,71 persen, sementara secara tahunan (year on year/yoy) meningkat 4,14 persen.
“Harga beras di penggilingan naik dari Rp12.994 per kilogram [kg] menjadi Rp13.346 per kg,” ujar Pudji dalam rilis BPS, dikutip Pajak.com pada Sabtu (2/8/25).
Berdasarkan data transaksi penjualan beras di penggilingan di 33 provinsi selama Juli 2025, jenis beras yang paling banyak diperdagangkan adalah kualitas medium sebesar 52,79 persen, disusul beras kualitas premium sebesar 36,53 persen, submedium 9,23 persen, dan beras kualitas pecah sebesar 1,45 persen.
Rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan tercatat Rp13.524 per kg, naik 1,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Beras kualitas medium naik 3,07 persen menjadi Rp13.264 per kg.
Kemudian, untuk kualitas submedium, harganya tercatat sebesar Rp13.169 per kg atau naik 3,90 persen. Sementara beras kualitas pecah justru turun 2,68 persen menjadi Rp12.976 per kg.
Jika dibandingkan dengan Juli 2024, seluruh jenis beras mengalami kenaikan harga. Kualitas premium naik 2,14 persen, medium naik 5,96 persen, submedium naik 4,84 persen, dan kualitas pecah naik 5,10 persen.
Di tingkat grosir, rata-rata harga beras juga mengalami kenaikan sebesar 1,59 persen secara bulanan dan 5,12 persen secara tahunan. Pada Juli 2025, harga beras di grosir tercatat Rp14.202 per kg, meningkat dari Rp13.979 per kg pada Juni 2025.
Sementara di tingkat eceran, harga beras naik sebesar 1,35 persen secara bulanan dan 3,81 persen secara tahunan. Harga eceran Juli 2025 mencapai Rp15.276 per kg, dari bulan sebelumnya yang tercatat Rp15.072 per kg.
“Sebagai informasi, harga beras yang kami sampaikan ini merupakan rata-rata harga beras yang mencakup berbagai kualitas dan mencakup seluruh wilayah di Indonesia,” pungkas Pudji.
Berdasarkan perkiraan BPS, jumlah produksi beras nasional untuk konsumsi pangan pada Juni 2025 mencapai 2,28 juta ton.

