Realisasi PNBP Sektor ESDM Tembus Rp138,37 Triliun Sepanjang Tahun 2025
Pajak.com, Jakarta – Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp138,37 triliun, lebih tinggi dibandingkan target dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 yang ditetapkan sebesar Rp127,44 triliun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa realisasi PNBP yang tercatat di pembukuan Kementerian ESDM mencapai 108,56 persen dari target.
“Pencapaian target dari PNBP yang tercatat di Kementerian ESDM itu mencapai 108,56 persen, melampaui target. Dan ini saya harus jujur mengatakan bahwa ini kerja tim, kerja-kerja yang membutuhkan inovasi, konsentrasi, dan totalitas. Kenapa ini kita harus lakukan? Karena negara membutuhkan dana untuk bagaimana bisa membiayai program-program kerakyatan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Senin (12/1/26).
Keberhasilan tersebut didorong oleh kontribusi kuat dari sejumlah subsektor. PNBP sektor Sumber Daya Alam (SDA) Mineral dan Batu bara (Minerba) tercatat mencapai 104,38 persen dari target. Sementara itu, SDA Panas Bumi juga melampaui target dengan realisasi 103,4 persen. Kontribusi sektor lainnya bahkan melonjak signifikan hingga 311,05 persen.
Bahlil mengapresiasi kinerja seluruh jajaran Kementerian ESDM yang mampu menjaga kinerja penerimaan negara di tengah kondisi harga batu bara dan sejumlah komoditas lain yang kurang bergairah sepanjang 2025.
Di sisi lain, untuk subsektor Minyak dan Gas Bumi (Migas), realisasi PNBP SDA Migas yang dicatatkan melalui Kementerian Keuangan mencapai Rp105,04 triliun atau 83,7 persen dari target Rp125,46 triliun. Bahlil menjelaskan bahwa belum tercapainya target tersebut dipengaruhi oleh asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang lebih rendah dari proyeksi awal.
“Saya harus menyampaikan bahwa di dalam asumsi makro APBN kita, harga ICP itu 82 dolar AS per barel. Namun kenyataannya rata-rata sejak dari Januari sampai 31 Desember rata-rata harga minyak dunia itu 68 per barel dolar AS,” tandasnya.
Meski demikian, Bahlil menilai kinerja sektor migas tetap menunjukkan tren positif. Ia mengungkapkan bahwa lifting minyak bumi nasional sepanjang 2025 mencapai rata-rata 605,3 ribu barel per hari atau 100,05 persen dari target APBN.
Namun, capaian tersebut menjadi catatan penting bagi sektor energi nasional, karena untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir lifting minyak bumi mampu mencapai target yang ditetapkan dalam APBN.

